alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Lomba Desa Tingkat Kabupaten Digelar

TANJUNG-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar lomba desa tingkat kabupaten selama lima hari, mulai dari 30 April sampai 9 April 2019. Pelaksanaan lomba desa merupakan upaya evaluasi perkembangan desa untuk menentukan status tertentu dari capaian hasil perkembangan desa selama setahun. Perlombaan ini digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional.

Kabid Penataan Administrasi Desa, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP2KBPMD) KLU Ratmaji mengungkapkan, ada lima desa yang akan dinilai. Kelimanya menjadi perwakilan masing-masing kecamatan.

Penilaian pertama dilakukan di Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, penilaian kedua di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, penilaian ketiga di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung dan penilaian keempat di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga. Sedangkan penialain kelima dilakukan di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang pada 9 Mei mendatang.

“Desa yang dinilai ini perwakilan dari masing-masing kecamatan,” ungkapnya, kemarin (5/5).

Pelaksanaan penilaian lomba desa tahun 2019 menekankan pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa serta inovasi pada bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Hal ini mendapatkan bobot yang lebih besar dalam mekanisme penilaian.

Menurutnya penyelenggaraan pemerintahan menjadi prioritas dikarenakan merupakan komponen utama dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat terlepas dari penyelenggaraan bidang kewilayahan dan kemasyarakatan. Oleh karenanya peran pemerintah desa pada setiap bidang menjadi sangat penting untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera.

Inovasi juga mendapatkan bobot pada penilaian lomba desa pada tahun 2019 ini. Tujuannya untuk memotivasi desa lainnya untuk semakin maju, mandiri dan sejahtera dengan melahirkan satu terobosan baru, inovasi dan hal-hal baru lainnya baik di bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

“Desa yang mendapat Juara juga diharapkan memiliki berbagai keunggulan inovasi yang bisa menjadi contoh atau model dan sekaligus menginspirasi untuk diadopsi serta dimodifikasi oleh desa lainnya,” tuturnya.

Inovasi tersebut tidak harus merupakan penemuan baru, tetapi dapat juga merupakan suatu penerapan metode, cara, teknologi yang baru bagi desa. Oleh karena itu inovasi yang akan dinilai menyangkut berbagai inovasi baik yang bersifat sosial maupun pengembangan teknologi di bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

“Pelaksanaan lomba desa dilaksanakan melalui beberapa tahapan penilaian. Mulai dari tahap penilaian administrasi, penilaian klarifikasi lapangan, pemaparan calon juara serta penetapan juara lomba desa,” paparnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks