alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

————————————————————

 

TAUFIK Hidayat adalah korban Pemutusan Hubungan Kerja. Pandemi Covid-19 membuat perusahaan tempatnya bekerja berhenti beroperasi. Semenjak itu, dia pun menjadi pengangguran.

Tapi, Taufik tidak patah arang. Di Lombok Utara, tentulah tidak dia sendiri yang mengalami nasib serupa. Terutama di sektor pariwisata, ada banyak pekerja lain yang juga tiba-tiba kehilangan sumber penghasilan. Pandemi Covid-19 menjadi musababnya.

Bersama empat sahabatnya, Taufik kemudian berkeliling mencari pekerjaan. Kebetulan ada pabrik minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil di desanya. Tapi tidak lowongan untuk mereka. Sampai akhirnya kemudian Taufik menemukan lahan nganggur di desa tempat tinggalnya. Lahan itu luasnya 69 are. Lokasinya di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecaatan Tanjung. Dulu, lahan itu adalah lokasi tempat pembuangan sampah.

Dari pada mencari pekerjaan, Taufik bertekad mencipta pekerjaan. Bersama empat temannya, dia mengajukan diri untuk menggarap lahan nganggur tersebut. Taufik sudah punya rencana. Yakni menanam lahan itu dengan aneka tanaman hortikultura.

Pekan lalu, Lombok Post melihat langsung lokasi lahan nganggur itu. Aneka tanaman tumbuh subur. Ada tomat. Ada pula cabai. Untuk mengelola lahan tersebut, Taufik membentuk kelompok tani. Diberi nama Kelompok Tani Berkah. Taufik sebagai ketuanya.

“Meski dadakan kita lakukan, tapi alhamdulillah sukses,” kata Taufik pada Lombok Post.

Memang belum panen. Namun, jika melihat luas areal tanam dan harga cabai dan tomat yang lagi bagus, Taufik sudah memperkirakan, bahwa hasil panen bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Kita dibantu bimbingan soal pertanian oleh Pemerintah Desa,” terang Taufik.

Di lahan tersebut, kelompoknya menanam tomat bervariasi di tiga titik. Titik pertama seluas 15 are, titik kedua 6 are dan titik ketiga 18 are. Totalnya  sebanyak 39 are. Sedangkan luas lahan untuk cabai ada dua titik. Titik pertama seluas 22 are dan titik kedua seluas 8 are. Total keseluruhannya seluas 30 are.

Cerita Taufik dan kelompoknya, tak ubahnya berkah di balik Pandemi Covid-19. Taufik mampu melihat dan memanfaatkan peluang di sektor pertanian. Salah satu sektor yang memang hingga kini tidak terdampak oleh pandemi Covid-19.

Berkah di balik pandemi inilah yang kini menjadi andalan Desa Sokong untuk ikut dalam Lomba Kampung Sehat yang digelar Polda NTB. “Meski ada pandemi, ekonomi warga kami tetap menggeliat,” kata Pjs Kades Sokong I Nengah Suarjana pada Lombok Post.

Desa Sokong memang punya banyak potensi. Suarjana mengungkapkan, selain penghasil tanaman hortikultura, Desa Sokong kini adalah sentra produksi VCO di Lombok Utara. Warganya juga beternak lebah madu trigona.

“Kita juga punya kelompok masyarakat untuk pengolahan sampah,” kata dia.

Suarjana menuturkan, KSM Pengelolaan Sampah tersebut dibentuk dan dipusatkan di Dusun Karang Nangka. Di sana warga mulai bisa memilah sampah dan ada bank sampah khusus. Anggotanya kini 30 orang.

“Warga kita juga membuat anyaman berupa sendok dan gelas dari tempurung batok kelapa. Mereka juga buat peci dan lain sebagainya,” imbuh dia.

Oh ya. Masih di sektor pertanian. Selain cabai dan tomat Desa Sokong juga ada kelompok tani yang membudidayakan golden melon hidroponik. Golden melon yang dibudidayakan memiliki kelas nomor wahid. Termasuk jenis F1 yang bibitnya diimpor dari Malaysia.

Budidaya melon ini bahkan sudah membangun greenhouse seluas 7 x 20 meter. Jika ditanami dengan bibit F1, greenhouse itu bisa menghasilkan Rp 6 juta-Rp 7 juta per sekali panen.

“Satu kali panen itu bisa sampai 300 kilo. Sekilonya dijual Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu,” katanya.

 

Madu Trigona

 

Potensi lain yang tak kalah menggiurkan di Desa Sokong adalah budidaya madu trigona. Hampir 90 persen warga Desa Sokong juga melakukan budidaya madu trigona ini.

“Bahkan di Dusun Mengkudu, ada 203 KK di sana membudidayakan madu trigona. Pembudidaya mandiri itu paling sedikit 60 stub sampai 350 stub,” katanya.

Harga jualnya madu ini sangat menggiurkan. Satu botol isi 450 ml dijual Rp 150 ribu. Pemasarannya pun tidak susah. Apalagi, permintaan madu di tengah pandemi sangat tinggi.

“Dari Mataram datang ngambil ke sini. Madunya juga dikirimkan ke Jakarta dan daerah lainnya,” ujar Suarjana.

Normalnya, satu stub menghasilkan satu setengah botol madu trigona. Meski lebah sedang tidak kondisi prima pun, masih bisa menghasilkan setengah botol madu dalam satu stub.

Warga memanfaatkan pekarangan sendiri untuk budidaya madu trigona ini. Biasanya panen madu 2-6 bulan sekali. Tergantung kondisi. (fer/r6)

 

Inovasi Desa Sokong

 

  • Manfaatkan puluhan are lahan tidur untuk budidaya tanaman hortikultura.
  • Jadi sentra pengelolaan VCO (Virgin Coconut Oil)
  • KSM Pengelolaan Sampah dan Bank Sampah
  • 90 persen warga desa budidaya madu trigona secara mandiri

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks