alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Hadapi Pandemi Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

TANJUNG-Pemerintah melakukan rapat koordinasi PPKM dan penerapan isolasi terpusat secara berjenjang di Kabupaten Lombok Utara (KLU), (5/8).

”Menangani Covid-19 ini tidak semudah kita membalikkan telapak tangan,” ujar Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu.

Djohan mengatakan, pemda harus merencanakan strategi tepat agar bisa menangani pandemi dengan baik. Ia mencontohkan seperti negara lain, ada yang sudah pulih. Bahkan ada yang sudah menganggap pandemi tersebut sebagai penyakit flu biasa.

”Karena memang mereka sudah semua tervaksin,” sambung dia.

Sesuai surat gubernur NTB tanggal 28 Juli, daerah diharuskan melakukan isolasi terpusat secara berjenjang. Artinya, mulai tingkat desa harus sudah memiliki tempat isolasi.

Melaksanakan hal ini tentunya membutuhkan persiapan khusus. Baik masalah pembiayaan dan lain sebagainya. Sesuai dengan instruksi Mendagri, KLU masih dalam status PPKM level 3 hingga 9 Agustus mendatang.

Baca Juga :  Kasus Covid 19 di Mataram Kembali Meningkat Sejak Awal Tahun

”Harapan kita, Satgas Covid-19 di tingkat desa sampai kabupaten minimal memberikan contoh yang baik kepada masyarakat kita agar tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” jelas Djohan.

Politisi PKB ini tak menampik jika masih ditemukan banyak warga yang tidak menggunakan masker hingga menjaga jarak. Sebab itu, ia mengingatkan pada semua pihak mulai tingkat dusun hingga kabupaten untuk terus mengingatkan masyarakat protokol kesehatan.

”Covid ini menghancurkan semua hal, UMKM tidak bisa apa-apa. PAD kita yang biasanya Rp 200 milliar sekarang di APBD Perubahan ini hanya Rp 110 miliar targetnya,” beber dia.

Ia menambahkan, jika terpaksa dirinya meminta pada Dinas Kesehatan dan RSUD KLU menempatkan pasien penyakit biasa di Puskesmas saja. RS akan diprioritaskan untuk pasien Covid-19 agar tidak bercampur.

Baca Juga :  Termasuk Mataram, 15 Kabupaten Kota Luar Jawa-Bali Tetapkan PPKM Darurat

”Kalau terpaksa, maka kita harus lakukan itu. Karena bukan hal yang biasa, dan tidak boleh dianggap biasa,” tandas dia.

Terpisah, Pj Sekda Lombok Utara H Raden Nurjati mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam rakor tersebut. Mulai dari upaya penanganan Covid-19 2020 lalu, hingga saat ini. Begitu juga soal rencana isolasi terpusat. Pihaknya akan berupaya membuatkan ruang perawatan darurat saat jumlah ruangan tidak mencukupi.

”Menggunakan perawatan di puskesmas bisa saja dilakukan,” pungkas dia. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/