alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Perjalanan Dinas Ditiadakan, Pemkab KLU Alokasikan Rp 60 Miliar untuk Covid-19

TANJUNG– Pemkab Lombok Utara kembali menggelar rapat koordinasi pemantapan anggaran covid-19, kemarin (6/4/2020). Hal ini dilakukan untuk menyisir kembali anggaran yang bisa dialihkan untuk penanganan covid-19.

“Untuk penanganan covid-19 ini kita membutuhkan anggaran yang besar,” aku Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar usai rapat di aula bupati, kemarin (6/4/2020).

Menurutnya, penggeseran anggaran ini sesuai dengan arahan presiden dan Kemendagri. Seluruh anggaran yang kurang penting harus disisir dan dialihkan untuk penanganan covid-19.

“Misalnya seperti perjalanan dinas baik di DPR dan eksekutif. Karena kalau sudah berlaku lockdown, perjalanan dinas pasti tidak ada. Itu (anggaran dinas) kita geser semua,” jelas Sekjen Apkasi ini.

Sedangkan untuk anggaran pembangunan fisik, pihaknya akan melihat skala prioritasnya. Jika untuk kepentingan masyarakat secara umum, maka akan tetap dipertahankan.

“Seperti pembangunan irigasi, dan lainnya,” sambungnya.

Politisi Demokrat ini mengatakan, begitu juga anggaran untuk hajat hidup orang banyak harus dipertahankan. Seperti anggaran Bosda untuk guru honorer dan beasiswa.

Ia melanjutkan, pihaknya menargetkan penggeseran anggaran sebesar Rp 60 miliar. Meski diakui anggaran sebesar itu belum cukup untuk menangani covid-19.

“Jumlah tersebut belum final dan kemungkinan bisa lebih besar dari itu yang akan kita sisir lagi di semua SKPD,” jelas bupati.

Anggaran Rp 60 miliar ini, kata bupati, diperuntukkan untuk menangani covid-19 selama enam bulan ke depan. Yakni sejak April hingga Oktober mendatang.

Ia mengatakan, dirinya sudah meminta arahan mengenai penggunaan dana tersebut agar langsung diarahkan untuk kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk pengadaan masker dalam jumlah banyak, pemkab akan manfaatkan perajin di desa. Kemudian melakukan pengadaan disinfektan dan alat kesehatan untuk penanganan covid-19. (fer/r4)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks