alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kemarau, 67 Dusun di Lombok Utara Terancam Kekurangan Air Bersih

TANJUNG-Bayang-bayang kekeringan mulai melanda. Dari data BPBD KLU, setidaknya ada 67 dusun dari 19 desa KLU berpotensi mengalami kekeringan cukup parah.

”Jadi data itu kita tetap mengacu pada data tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KLU I Ketut Pasek Suparta, Rabu (5/8).

Sesuai pemaparan BMKG, puncak kekeringan dimulai Agustus hingga September. Ini tidak begitu ekstrem dibandingkan tahun lalu yang puncaknya pada Juli-Desember.

”Tahun lalu masif sekali,” jelasnya.

Diceritakan, masalah yang ada seperti, di Dusun Kerurak, Desa Segara Katon, Gangga, BPBD harus melakukan dropping air. Padahal di dusun tersebut ada dua sumur bor. Hal serupa terjadi juga di Kecamatan Kayangan.

”Mereka tidak bisa gunakan lantaran bingung siapa yang akan mengisi pulsa listrik untuk sumur bor tersebut. Artinya ini masalah manajemen,” jelas Pasek.

Sedangkan di Sambik Elen, Bayan, ada beberapa mata air yang debitnya berkurang akibat pengaruh musim. Sumur bornya bahkan sudah digali beberapa kali, namun air tidak kunjung ditemukan.

”Karena PDAM tidak bisa masuk, itu yang menjadi penanganan kita dengan distribusi air,” ujar dia.

Pasek mengungkapkan dusun terdampak kekeringan tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Berdasarkan data BPBD KLU tertanggal 13 Juli 2020, di Kecamatan Pemenang ada Desa Malaka, Pemenang Barat, dan Pemenang Timur. Di Kecamatan Tanjung ada Desa Medana dan Sokong.

Di Kecamatan Gangga ada Desa Bentek, Gondang, Rempek, Sambik Bangkol, dan Genggelang. Di Kecamatan Kayangan ada Desa Gumantar, Salut, dan Selengen. Sedangkan di Kecamatan Bayan ada Desa Senaru, Mumbulsari, Akar-akar, Batu Rakit, Sambik Elen, dan Sukadana.

Diterangkan lebih lanjut, Desa Malaka ada tiga dusun yang berpotensi mengalami kekeringan. Desa Pemenang Barat dusun dan Pemenang Timur satu dusun. Di Medana dua dusun dan Sokong dua dusun.

Selanjutnya di Desa Bentek dua dusun, Gondang satu dusun, Rempek lima dusun, Sambik Bangkol tiga dusun, dan Genggelang enam dusun. Gumantar tiga dusun, Salut empat dusun, dan Selengen tujuh dusun.

Berikutnya Senaru dua dusun, Mumbulsari lima dusun, Akar-akar 12 dusun, Batu Rakit dua dusun, Sambik Elen tiga dusun, dan Sukadana tiga dusun.

”Totalnya 8.661 KK dengan 26.036 jiwa yang berpotensi terdampak kekeringan,” beber dia.

Pihaknya siap menyalurkan air bersih jika ada permintaan. Namun sejak memasuki Agustus ini, belum ada permintaan. ”Tinggal kita bergerak saja,” kata dia.

Warga Dusun Kerurak, Desa Segara Katon Wiramaya Arnadi mengatakan kekeringan sudah terjadi selama dua bulan di dusunnya. Sejauh ini, warga memanfaatkan air sumur bor di depan masjid untuk keperluan sehari-hari.

”Untuk mandi kami kesusahan. Air PDAM pun belum ada mengalir ke penduduk,” tandas dia. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks