alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Dua Desa Darurat Air Bersih, Bantuan Datang Bukan Dari Pemerintah

TANJUNG-Dampak kekeringan, Desa Rempek dan Desa Rempek Darussalam di Kecamatan Gangga mengalami kekurangan air bersih. Karenanya, bantuan air bersih dikirim relawan Lintas Hijau KLU dan Yayasan Hakam dikirim, (6/8).

”Program suplai air ini sudah mulai sejak pascagempa 2018 lalu,” ujar Ketua Relawan Lintas Hijau KLU Ruspendi Susianto.

Pada awalnya kawasan Desa Rempek dan sekitarnya tidak kekurangan air bersih. Gempa 2018 lalu membuat debit air menurun. Bahkan banyak jaringan pipa air bersih rusak akibat gempa tersebut.

Kerusakan jaringan pipa membuat warga semakin sulit mengakses air bersih. Hal ini yang membuat relawan Lintas Hijau KLU dan Yayasan Hakam tergerak memberikan bantuan air bersih.

Baca Juga :  Kota Bima Darurat Kekeringan, 21 Kelurahan Terdampak

”Kami juga dropping air bersih di Desa Segara Katon, Desa Genggelang, hingga beberapa desa di Kecamatan Kayangan,” tandas dia.

Aksi relawan dan yayasan ini mendapat apresiasi Anggota DPRD Lombok Utara Dapil Gangga-Kayangan Hakamah. Ia tak menampik hingga saat ini masih banyak lokasi yang mengalami kekeringan dan butuh bantuan air bersih.

Menurut dia, bantuan dari yayasan sangat membantu warga. Sebab berharap bantuan sepenuhnya dari Pemda Lombok Utara dirasa tidak mungkin. Saat ini Pemda sendiri masih kekurangan armada pengangkut air bersih.

”Kami tetap konsisten agar penanganan kekeringan harus betul-betul terkoordinasi dengan baik. Terutama kaitannya dengan anggaran untuk mendukung mengatasi masalah kekeringan ini,” pungkas politisi Gerindra ini. (fer/r9)

Baca Juga :  Tagih Pajak Rp 16 Milar, Pemkab Lombok Utara Minta Bantuan KPK

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/