alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

17.500 Rumah Korban Gempa NTB Dikebut Tiga Bulan

MATARAM-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan perbaikan 17.500 rumah korban gempa di NTB tuntas tahun ini.

”Harus selesai 31 Desember 2020 ini,” tegas Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai, di kantor gubernur NTB, kemarin (6/10).

Dia mengatakan, dari 226.204 rumah yang dibantu tahap pertama dengan dana Rp 5,7 triliun, sudah selesai dibangun 204.597 unit dan 9.143 unit dalam proses pembangunan.

Tapi masih ada 17.500 rumah yang belum mendapatkan bantuan. Rumah korban gempa itu diusulkan pada tahap II dengan kebutuhan dana Rp 563,2 miliar.

Usulan tahap II itu terdiri dari 8.620 rumah rusak berat dengan kebutuhan dana Rp 431 miliar. Kemudian 2.895 unit rusak sedang dengan kebutuhan Rp 72,3 miliar, dan 5.985 unit rusak ringan dengan kebutuhan Rp 59,8 miliar.

Rifai memastikan, pembangunan rumah tahap II tetap menggunakan pola saat ini. Dana ditransfer ke rekening masing-masing warga dan dikelola kelompok masyarakat yang bekerja sama dengan kontraktor.

Dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan, tidak mungkin mengubah ke pola kontraktual.  ”Takutnya kita berubah dengan waktu seperti ini malah jadi krodit,” katanya.

Ia memastikan, usulan Gubernur untuk bantuan tahap II untuk 17.500 rumah tersebut akan mendapat prioritas. ”Langsung disambut baik Presiden,” katanya.

Presiden kata dia telah meminta dilakukan percepatan pembangunan. Kemudian dikeluarkan Inpres Nomor 7 Tahun 2020. Selanjutnya Presiden Jokowi meminta agar 17.500 unit difasilitasi dengan dana siap pakai, dan memastinya semua transparan dan akuntabel.

BNPB akan berupaya dalam waktu dekat dana tahap II dicairkan. Data-data yang diserahkan daerah akan divalidasi untuk kemudian disalurkan bantuannya. ”Usahakan minggu ini sudah bisa disalurkan. Ini tantangan kami,” katanya.

Ia berharap, pembangunan 17.500 unit tersebut berjalan lancar. Jangan ada keributan yang membuat pembangunan terhambat. ”Ada 212 ribu sudah terbangun dari 226 ribu, kurang dari 5 persen lagi, sayang kalau kita ribut,” katanya.

Rifai mengatakan, rehab rekon pascagempa di NTB menjadi contoh baik di Indonesia. Sejak April lalu, pembangunan rumah sudah mencapai 94 persen. Kurang lebih 200 ribu sudah jadi, sisanya dalam proses. ”Artinya uang sudah ke rakyat semua, ini sesuatu yang menarik,” katanya.

Pemerintah daeah ia nilai sangat menguasai kekuatan pembiayaan, termasuk biaya operasional. Sehingga bisa membangun rumah korban gempa lebih baik. ”Fasilitas dana siap pakai ini pun didukung BPK,” katanya.

”Ini memberi warna baru. Satu-satunya rehab rekon yang menggunakan DSP baru ini,” tambahnya.

Selama 15 tahun BNPB lahir di Indonesia, baru bencana gempa Lombok-Sumbawa yang menggunakan DSP. Di Sumatera Barat, lanjut Rifai, rehab rekon mengggunakan pola dana hibah, setahun kemudian baru mendapatkan bantuan.

”Ini ngak. Baru dua minggu sudah ada uang Rp 381 miliar, dan ini adalah kekuatan baru,” tandasnya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB I Gusti Bagus Sugihartha mengatakan, pihaknya optimistis menutaskan 17.500 rumah dalam tiga bulan. ”Kkalau kita semua bergerak sama-sama semua bisa,” katanya.

Hanya saja ia khawatir, jika pembentukan Pokmas masih tertatih, bakal jadi kendala. “Makanya ini kita kebut-kebutan. Data 17.500 sudah diserahkan ke deputi, satu dua hari selesai validasi. Kemudian uang diusulkan dan uang ditransfer,” katanya.

Di sisi lain, daerah menyiapkan Pokmas untuk mempermudah pencairan nanti. Semua fasilitator diminta bergerak.

Di sisi lain, pola kontraktual yang ditawarkan Pemprov, kata Sugihartha, bukan tidak bisa. Tapi BNPB khawatir dengan waktu yang ada tidak cukup melakukan penyesuaian-penyesuaian. Pemerintah harus sosialisasi ulang dan sebagainya.

”Semua itu butuh waktu sehingga untuk melakukan percepatan agak susah,” katanya. (ili/r6)

Rehab Rekon Terakhir

 

RUSAK BERAT

  • Tersisa 620 unit
  • Butuh dana Rp 431 miliar

 

RUSAK SEDANG

  • Tersisa 895 unit
  • Butuh dana Rp 72,3 miliar

 

RUSAK RINGAN

  • Tersisa 985 unit
  • Butuh dana Rp 59,8 miliar

 

Sumber: Pemprov NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks