alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

PDAM Klaim Denda Sesuai Aturan

TANJUNG-Sejumlah warga Desa Menggala, Kecamatan Pemenang mengeluhkan denda pembayaran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Utara. Mereka diminta membayar denda pembayaran air, sementara tidak ada air yang mengalir ke rumah mereka.

Direktur PDAM Lombok Utara Raden Waliadin mengakui adanya keluhan tersebut. Ia menuturkan, denda yang ada dalam struk pembayaran sudah diatur dalam sistem. Pihaknya tidak bisa sembarangan menghapusnya dari sistem tersebut.

“Disamping itu, penerapan denda sudah ada aturannya. Kita tidak berani melakukan suatu kebijakan jika tidak ada aturannya,” ujarnya.

Peraturan terkait denda tercantum dalam peraturan menteri (permen). Denda hanya diberikan pada pelanggan yang salurannya masih aktif. Sementara jika tidak aktif, maka akan dicoret secara manual saat pembayaran.

“Karena kalau dihapus langsung dari sistem tidak bisa,” sambungnya.

Raden melanjutkan, khusus untuk Menggala, diakui saluran distribusi tersier sudah lumpuh total. Hingga Desember 2018 lalu tidak ada air yang mengalir. Sehingga saluran PDAM ke desa tersebut disegel sementara waktu. Sehingga di struk pembayaran tidak ada pembayaran air yang muncul, hanya denda yang tercatat.

“Tinggal beritahukan saja tidak ada air mengalir, dendanya pasti kita coret manual,” jelasnya.

Berbeda dengan Telaga Wareng yang airnya masih tetap bisa mengalir. Sehingga pelanggan wajib membayar denda sebesar Rp 19.700. Jumlah itu sudah sesuai standar pemakaian minimum, yakni pemakaian 0 hingga 10 kubik.

“Hal inilah yang yang perlu dijelaskan, dan itu kami jelaskan pada setiap pelanggan yang datang protes kesini,” ungkapnya.

Raden mengakui ada banyak warga yang datang menyampaikan protes ke kantor PDAM Lombok Utara. Namun setelah diberikan penjelasan, mereka bisa memahaminya.

Menurutnya, pascagempa lalu terdapat sekitar 7 ribu sambungan PDAM yang terdampak. Hampir semua sumber air mengalami kerusakan. Hal inilah yang saat ini tengah diperbaiki PDAM secara bertahap. Untuk perbaikan tentu diperlukan dana yang tidak sedikit.

“Perbaikan satu meter pipa yang rusak memerlukan dana Rp 1.350.000 per paketnya. Sementara pendapatan PDAM pascgempa menurun drastis,” keluhnya.

Ia menambahkan, saat ini debit air PDAM Lombok Utara sudah mulai normal. Pihaknya juga memberikan pelayanan non stop pada masyarakat. Terutama melakukan perbaikan saluran yang rusak.

“Demi masyarakat supaya dapat air itulah yang kita lakukan , supaya jangan dianggap tidak bekerja,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks