alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Rehab Rekon Bisa Molor

TANJUNG-Masa transisi rehab rekon pascagempa diperpanjang hingga 12 April mendatang. Meski diperpanjang, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) pesimis program ini berhasil rampung  hingga tenggat waktu tersebut.

“Bisa jadi meleset dari target waktunya,” kata Wakil Bupati KLU Sarifudin saat ditemui di kantornya, lalu (6/3).

Ia menuturkan, bantuan pembangunan rumah dari pusat hingga saat ini belum maksimal. Hal ini yang membuat dirinya pesimis jika rehab rekon pascagempa bisa tuntas April mendatang.

“Tapi kami tetap berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikannya sesuai dengan permintaan  pemerintah pusat,” ujarnya.

Wabup mengatakan, beragam upaya sudah dilakukan pihaknya. Mulai dari pembentukan pokmas hingga percepatan transfer uang bantuan pembangunan hunian tetap (huntap) dari rekening perorangan ke kelompok. Kemudian dari kelompok dilanjutkan tarnasfer ke aplikator.

“Namun yang terjadi sekarang, belum ada pihak ketiga yang bisa dikerjasamakan untuk menyelesaikan proses rehab rekon tersebut,” ungkapnya. Ia mengaku, pemkab sudah bekerja sesuai kemampuan sesuai arahan presiden, BNPB serta Kementerian PUPR.

Sementara itu Kepala BPBD KLU Muhadi membenarkan adanya perpanjangan rehab rekon pascagempa hingga pertemgahan April mendatang. Ia mengatakan, keputusan ini diambil mengingat sejak 13 April sudah memasuki minggu tenang pemilu.

“Jadi sudah dianggap cukup perpanjangan untuk masa transisi darurat selama 44 hari,” jelasnya.

Ia menuturkan, dalam sepekan ini, pihaknya terus melakukan percepatan. Pemkab dibantu oleh TNI berupaya mempercepat proses rehab rekon.

“Kami berterima kasih pada TNI yang membantu proses percepatan pembangunan huntap,” imbuhnya.

Anggota TNI dinilainya telah membantu masyarakat mulai dari menggali pondasi, hingga  membuat struktur bangunan sampai atap. Sebanyak 10 orang anggota TNI dilibatkan dalam setiap pembangunan huntap di satu pokmas. .

Terkait data rumah yang sudah terbangun 100 persen, Muhadi mengaku masih mengacu pada data 28 Februari lalu. Yakni sebanyak 28 unit rumah instan sehat sederhana (risha). Meski begitu, Muhadi mengklaim pada minggu kedua bulan ini akan ada banyak rumah yang tuntas terbangun.

“Progres paling tinggi ada di Kecamatan Kayangan,” akunya.

Muhadi juga angkat bicara terkait isu pemblokiran rekening jika belum juga digunakan hingga 12 April mendatang. Hal ini tak lepas dari kaitannya dengan penggunaan dana siap pakai (DSP).

“Dana tersebut hanya bisa digunakan di masa darurat. Jika waktunya habis maka dana DSP tersebut tidak bisa digunakan,” ungkapnya.

Sementara DSP KLU yang sudah masuk ke rekening untuk 23.500 lebih KK. Totalnya kurang lebih Rp 1,1 triliun.  Sedangkan ada 350 lebih masayarakat yang belum mendapatkan rekening untuk rumah rusak ringan dan sedang.

“Kita terus berupaya lakukan percepatan agar semua bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks