alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

15 Warga Mentigi Lombok Utara Tolak Tes Korona

TANJUNG-Sebanyak 15 warga Dusun Mentigi, Desa Malaka masih menolak melakukan swab ulang.

”Jadi satu pun belum bisa dilakukan swab,” ujar Hal Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara H Lalu Bahrudin, Minggu (7/6).

Di Dusun Mentigi ada 16 orang yang menjalani karantina. Namun pada swab awal ada satu orang yang dinyatakan positif. Sehingga 15 orang lainnya pun dipulangkan.

Rencananya Dikes akan kembali melakukan swab ulang. Namun rupanya ada perlawanan berujung penolakan. ”Di Pemenang juga ada yang tidak mau diswab, jadi totalnya ada 18 orang menolak,” ungkap dia.

Ia menuturkan, swab sebaiknya memang dilakukan dua kali. Hal itu sesuai dengan protap Covid-19. ”Dinyatakan negatif atau sehat itu ketika dia melakukan Swab itu dua kali berturut-turut dengan hasil sama,” jelas mantan direktur RSUD Lombok Utara itu.

Terkait pemulangan setelah swab pertama, dikarenakan adanya kebijakan. Yakni ketika reaktif dan hasil swab negatif, diberikan kesempatan untuk melakukan isolasi mandiri dengan komitmen. ”Tapi tetap setelah sampai di rumah, seharusnya sesudah 14 hari mereka melakukan Swab ulang,” beber dia.

Swab ulang, kata dia, rencananya dilakukan saat bulan puasa lalu. Namun itu terbentur lebaran sehingga diundur. Swab disepakati akan dilakukan setelah lebaran. Hal itu disanggupi saat kunjungan roadshow bupati.

Namun dalam perjalanannya, belasan orang tersebut justru tidak mau di-swab lagi. Pihaknya sendiri tidak mengetahui jelas yang mendasari itu. ”Apakah karena mungkin takut hasilnya positif dan dimasukan lagi ke karantina, atau mungkin juga salah satunya itu takut diisolir masyarakat sana,” analisa sang dokter.

Penolakan tersebut berpotensi berbahaya. Apalagi dengan jumlah warga yang banyak dan rumah berdekatan. Itu memiliki resiko tinggi untuk penularan. ”Di Mentigi itu sudah tidak ada batasan.  Jadi sholat jamaah tetap, dan interaksinya dengan masyarakat juga tetap,” tandas dia. (fer/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Pilbup Loteng, Pathul-Nursiah Segera Terima SK Berkarya

Arah partai politik satu per satu mulai terang benderang. Terbaru, Partai Beringin Karya (Berkarya) telah menyiapkan SK untuk empat kabupaten/kota di NTB.

Jaksa Teliti Berkas Penyelundupan Narkoba ke Lapas Mataram

Penyidik Satnarkoba Polresta Mataram baru menetapkan dua tersangka penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Yakni, berinsial S dan A. 

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks