alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pencemaran Nama Baik, Djohan Sjamsu Laporkan Akun “Ganti Otak”

TANJUNG-Mantan Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melaporkan akun palsu bernama “Ganti Otak”. Hal itu lantaran pemilik akun, terang-terangan menyebut nama Djohan sekaligus PD Muhammadiyah KLU yang diduga delik pencemaran nama baik.

Djohan tak membantah telah melaporkan pemilik akun palsu tersebut. Langkah itu ditempuh setelah dikomunikasikan sebelumnya bersama tim penasihat hukumnya.

“Saya sebagai warga punya hak yang sama di mata hukum. Langkah melaporkan ini memang berat, tapi harus saya ambil untuk memberi edukasi kepada warga agar memanfaatkan media sosial dengan bijak,” jelas dia, kemarin (7/6).

Djohan berasumsi, apabila dirinya sebagai Bupati saat mendapat kritik ( yang diklaim sebagai fitnah), maka ia tidak akan mempolisikan warga. Melainkan ia akan berkoordinasi dengan Dandim, Kepolisian, dan OPD untuk mencari tahu siapa pemilik akun. Jika sudah diketahui, ia akan dengan lapang dada akan memaafkan yang bersangkutan.

“Itu kalau posisi saya sebagai Bupati, tetapi sekarang ini, saya sebagai warga biasa. Nah, saya khawatir, apalagi ini dekat Pilkada, oknum memanfaatkan situasi ini, memfitnah semaunya, membuat status tanpa memikirkan dampak,” jelas bakal Calon Bupati (Cabup) KLU ini.

Langkah melaporkan pemilik akun palsu merupakan jalan terbaik saat ini. Pasalnya ia tidak ingin ada orang-orang yang bersimpati padanya tidak terima, lalu mencari sendiri pemilik akun itu. “Jadi kita anggap jalan terbaik untuk saat ini,” aku dia.

Usai melaporkan pemilik akun, Djohan berharap kepada publik Lombok Utara, khususnya warga Muhammadiyah untuk tidak melakukan perbuatan di luar hukum. Dia mengajak agar mempercayakan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

“Seandainya akun itu asli, maka saya tahu dengan siapa saya berhadapan. Apalagi sampai membawa nama Muhammadiyah, ini jelas fitnah,” tegas dia

Untuk diketahui, pemilik akun Ganti Otak menuliskan cuitan yang cukup menohok kepada Djohan Sjamsu. Ada tiga status dimuat terpisah di waktu yang bersamaan, yakni pukul 22.38 Wita.

Berikut bunyi status tersebut “Info permainan Pak Johan. Bantuan Beras khusus Buat Anak Yatim yang bersumber dari yayasan Muhamadiah Di politisir. Jatah beras anak yatim malah di Bagikan Bukan ke anak yatim malah di bagikan ke kordes dan kodusnya satupun Tidak ada anak yatim yang di bagikan. Kasus ini terjadi Di Desa Dangiang yang di salurkan melalui Pengurus ranting Muhamadiah yang di Desa Dangiang.”

Lalu “Semoga hal ini tidak terjadi di kubu kita, yang seharusnya untuk anak yatim malah orang lain yang di kasi.” Dan terakhir “Celakalah bagi mereka yang mengambil hak anak yatim.” (fer/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks