alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

TPS Liar Bikin Jalur Utama Lombok Utara Tak Sedap Dipandang

TANJUNG-Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) KLU dituntut bekerja ekstra. Selama pandemi, muncul banyak titik pembuangan sampah liar.

”Di Pemenang itu ada empat titik yang selalu ada penumpukan sampah. Padahal bukan tempatnya,” ungkap Kepala DLHPKP KLU M Zaldy Rahardian, kemarin (7/6).

Hal ini menjadi atensi mengingat itu merupakan kawasan pariwisata. Seperti di Malaka dan Teluk Nara yang masuk dalam kawasan wisata Tiga Gili ( Meno Air Trawangan). Jika dibiarkan, jelas tidak baik bagi perkembangan wisata di KLU. ”Apalagi kita mau new normal,” sambung dia.

Pihaknya sudah menyampaikan pada pihak desa. Dia mendorong peran aktif desa hingga kecamatan untuk menangani persoalan sampah. ”Tahap awal kami sudah mengumpulkan semua kepala desa dan camat terkait kebijakan strategis untuk penanganan sampah,” jelas dia.

Ia melanjutkan, tugas DLHPKP mengambil sampah dari TPS. Bukan mengambil sampah di sembarangan tempat. Hal ini yang mendasari munculnya Perbup tentang Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Tujuannya untuk menjalankan peran aktif masyarakat. ”Tanpa masyarakat yang berperan aktif dalam penanganan sampah ini, pemerintah ini tidak berarti apa-apa,” ujarnya.

Catatannya, pascagempa lalu ada banyak titik TPS lias yang bermunculan. Itu bukan merupakan titik pembuangan sampah. Ia berharap, di desa disediakan TPS sementara dan KSM. KSM nantinya yang akan mengangkut sampah warga ke TPS sementara itu, kemudian diangkut petugas DLHPKP ke TPA. ”Nanti bagaimana polanya, desa dengan KSM yang atur nanti, regulasinya sudah ada,” kata dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks