alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Ingin Fungsikan Lapangan Gondang, Warga Minta Shelter ACT Dibongkar

TANJUNG-Masyarakat Desa Gondang bersurat ke Pemda Lombok Utara untuk membongkar shelter Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berdiri di Lapangan Gondang. Warga ingin mengembalikan fungsi awal lapangan tersebut, mengingat shelter pasca gempa lalu sudah tidak digunakan lagi.

”Pengembalian kepada fungsi awal ini juga menjadi kewajiban kami untuk diteruskan ke pihak ACT,” ujar Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, (7/6).

Danny menuturkan, koordinasi dengan pihak ACT sejauh ini cukup baik. Pihaknya pun sudah berkomunikasi beberapa kali dengan mereka. Saat ini kembali pada masyarakat setempat untuk melakukan konsolidasi dengan membuat surat pernyataan diri sudah tidak memanfaatkan shelter tersebut.

”Buat surat pernyataan diri berupa ucapan terima kasih maupun menyatakan tidak pakai shelter itu lagi. Karena sudah mendapat RTG maupun kembali ke rumah masing-masing,” jelas politisi Gerindra itu.

Namun ada 25 KK yang kabarnya masih tinggal di shelter tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan camat dan pemdes terkait hal itu.

”Apakah mereka sudah menerima rumah atau bagaimana. Kalau sudah biar dikembalikan ke rumahnya, agar lapangan ini bisa digunakan seperti sejak awal,” tandas dia.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Lombok Utara Simparudin mengatakan belum menentukan kapan pembongkaran dilakukan. Pihaknya akan mengkomunikasikan hal tersebut bersama ACT.

”Pembongkaran harus terarah, supaya bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas umum seperti sekolah, TPQ dan lainnya,” kata dia.

Pihaknya juga akan membentuk panitia lokal untuk mengatur aset yang ada di atas lahan tersebut. Jumlah shelter di sana mencapai ratusan.

”Dengan dikembalikannya Lapangan Gondang ini tentu membuat masyarakat bisa mengekspresikan apa yang menjadi keinginan mereka,” tandas dia.

Kepala Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang Saparudi mengatakan, ada 20 lebih KK yang masih tinggal di sana. Mereka ini diketahui sudah memiliki rumah, namun masih enggan pindah.

”Kita juga bingung, padahal mereka sudah bisa tinggal di rumah masing-masing,” beber dia.

”Mungkin karena disini fasilitas nya serba gratis seperti listrik dan tempat tinggal, makanya mereka tetap bertahan,” pungkas dia. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks