alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Hijaukan Danau Gili Meno dengan Mangrove

TANJUNG-Pemerintah Desa (Pemdes) Gili Indah, Kecamatan Pemenang melakukan rehabilitasi Danau Gili Meno. Rehabilitasi dilakukan dengan melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove dan menyebar benih ikan, Sabtu (8/1).

Rehabilitasi Danau Gili Meno sekaligus Focus Group Discussion (FGD) tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, Kepala DLH KLU Rusdianto, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayuaji, dan Kapolsek Pemenang Iptu Lalu Eka Arya.

”Kegiatan ini sangat bagus untuk pemulihan pariwisata kita,” ujar Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan.

Dia menilai, FGD sekaligus rehabilitasi Danau Gili Meno menunjukkan kebangkitan daerah usai diterpa gempa bumi dan pandemi. Selangkah demi selangkah KLU sudah mulai menata diri untuk bisa kembali seperti sediakala.

Baca Juga :  Desa Wisata Wajib Tawarkan Keaslian

Pemerintah KLU terus berupaya secara bertahap untuk pemulihan pariwisata, khususnya tiga gili. Mulai dari infrastruktur, penerapan protokol kesehatan Covid-19, promosi wisata, dan lainnya. Kegiatan FGD dan rehabilitasi danau tersebut diyakini Danny mampu menciptakan suasana Gili Meno yang makin indah dan terjaga.

”Supaya keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya,” sambungnya.

Ketua DPC Gerindra KLU itu menegaskan, objek wisata bukan hanya tanggung jawab kelompok tertentu. Sebab itu dirinya berharap dari FGD nantinya bisa menghasilkan output maksimal yang dapat diterapkan untuk pemulihan pariwisata KLU.

”Saya harap pemuda nantinya bisa mem-branding tempat wisata ini supaya makin menarik,” kata pria asal Bayan itu.

Kepala Desa Gili Indah Wardana menuturkan, danau yang ada di Gili Meno bisa dijadikan objek wisata tambahan maupun utama. Sebab selain wisata laut, ada danau yang bisa menjadi objek menarik.

Baca Juga :  Bupati Lombok Utara Canangkan Program Mitigasi Bencana

”Saya mengapresiasi sebesar-besarnya bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini,” katanya

Dirinya berharap ini menjadi momen awal kebangkitan pariwisata KLU. Terutama untuk tiga gili yang paling terdampak pandemi Covid-19 saat ini.

”Semoga Covid-19 bisa segera menghilang, dan pariwisata kita kembali normal seperti sebelumnya,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/