alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Menyaksikan Serunya Permainan Mangkeq di Desa Anyar, Kecamatan Bayan

Permainan modern banyak bermunculan. Hal ini bisa mengancam eksistensi permainan tradisional. Masyarakat Desa Anyar, Kecamatan Bayan berupaya melestarikan permainan tradisional. Yakni permainan mangkeq (gangsing tradisional).

FERIAL AYU, Lombok Utara

======================

Usai salat ashar, ratusan warga berkumpul di Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Mereka ingin menyaksikan pertandingan mangkeq, atau permainan gangsing tradisional di Bayan.

Samar-samar terdengar suara mereka berkisah mengenai pertandingan yang telah mereka saksikan sebelumnya. Ada yang mengomentari pedas dan ada yang memuji senang.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, pertandingan seperti ini hampir jarang digelar. Posisi permainan tradisional hampir tergeser oleh permainan modern yang banyak bermunculan. Tak banyak generasi milenial yang mengenal apa itu permainan mangkeq. Padahal permainan tradisional ini sangat menghibur.

Di pojok sebelah timur lapangan, tersirat raut semangat di wajah para pemain mangkeq atau yang disebut pemangkeq. Mereka ingin memenangkan permainan tersebut. Tukar menukar gangsing pun dimulai. Pria pertama berbaju merah mulai menyajikan putaran gangsing yang begitu cepat. Sementara pria kedua menggunakan singlet juga tak mau kalah.

Babak selanjutnya, gangsing pria berbaju merah terlihat tak berdaya. Gangsingnya tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti. Gangsingnya justru bergelinding ke arah penonton. Sorak sorai terdengar dari penonton. Pria itu pun hanya bisa tersenyum malu ke arah rekan-rekannya yang lain.

Pertandingan kembali tegang saat suara-suara gangsing berbenturan dengan keras. Beragam ekspresi wajah ditampilkan penonton saat itu. Sementara para pemain tetap terlihat serius dan fokus akan permainan mereka.

Permainan mangkeq ini terlihat semakin menarik dengan tampilan para pemain yang juga unik. Mereka diwajibkan menggunakan sapuq (ikat kepala) dan kereng (sarung) yang melingkar di pinggang. Tak kalah juga, suara kocak dan guyonan renyah dari komentator pertandingan tersebut. Penonton dibuatnya tertawa mendengarnya.

Sorak ramai dan tepuk tangan selalu terulang ketika para pemangkeq mengeluarkan gaya dan triknya masing-masing. Apalagi ketika salah seorang pemain menggunakan gaya ataupun cara mematikan  menghentikan perlawanan musuh.

Sesekali, permainan dihentikan sesaat untuk pergantian gasing. Terlihat para pemain sibuk membasahi alit (tali untuk memutar gasing) dengan air yang tersedia di pojok lapangan. Tujuannya agar gasing tidak mudah lepas. Putaran gasing pun menjadi semakin keras. Tak ketinggalan para pemain langsung  merapat mendiskusikan strategi masing-masing.

Pertandingan gangsing tradisional di Desa Anyar, Kecamatan Bayan ini digelar mahasiswa KKN Unram bersama pemuda Dusun Plabasari.  Ketua Panitia perlombaan Rovaldi mengungkapkan, pertandingan ini sudah digelar sejak 28 Pebruari lalu.

“Kami mengajak para pemuda melestarikan permainan tradisional di Lombok. Sekaligus mengajak masyarakat Desa Anyar untuk bangkit pascagempa,” akunya.

Ia menuturkan, ada empat poin yang ingin dicapai dari perlombaan tersebut. Yakni melestarikan permainan tradisional, melestarikan pakaian adat, meningkatkan penghasilan pedagang di sekitar perlombaan, dan menarik wisatawan berkunjung ke Desa Anyar.

“Pertandingan ini berlangsung setiap sore hari hingga 12 Maret mendatang,” katanya.

Peserta pertandingan mangkeq ini sebanyak 80 orang yang terbagi dalam 10 tim. Satu tim beranggotakan delapan orang, lima pemain utama dan tiga orang cadangan. Tak ada jenjang ketentuan umur untuk ikut unjuk kebolehan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua pun bisa ikut bergabung dalam satu tim.

Rovaldi mengungkapkan, sebelumnya permainan mangkeq rutin digelar 1 tahun sekali. Namun entah apa alasannya sudah 10 tahun ini tidak pernah lagi digelar. Hal ini yang mendorong pihaknya mengajak pemuda setempat menghidupkan kembali permainan ini.

“Sejauh ini antusiasme masyarakat sangat besar, dibuktikan yang mendaftar menjadi peserta hampir semua desa di Kecamatan Bayan,” ungkapnya.

Selain menghidupkan kembali permainan tradisional, kegiatan ini menjadi trauma healing pascagempa. Terlebih lagi, Kecamatan Bayan juga mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa tersebut.

“Perlombaan ini juga semakin mempererat silaturahmi antar sesama pemain di setiap desa,” pungkasnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks