alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Penarikan Retribusi, Serahkan ke Bapenda

TANJUNG– Indikator optimalisasi pendapatan daerah pada koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya 40 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa pendapatan daerah tidak digarap maksimal.

Menyikapi itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) H Zulfadli menilai perlu adanya sentralisasi penarikan retribusi guna optimalisasi pendapatan daerah. Sayangnya, sejauh ini pihaknya belum memperoleh kewenangan untuk menarik retribusi yang tersebar di 11 OPD.

“Retribusi di 11 OPD belum bisa dialihkan ke Bapenda, karena aturannya belum ada,” ungkap Zulfadli.

Dikatakan, dibutuhkan regulasi khusus untuk pengalihan wewenang penarikan retribusi tersebut. Mengingat penarikan retribusi oleh beberapa OPD sesuai tupoksinya, didasari oleh pemberian kewenangan sebelumnya oleh kepala daerah.

Sebut saja, kata Zulfadli, retribusi masuk kawasan wisata dan rekreasi, sejauh ini masih ditarik Dispar. Sedangkan penarikan retribusi parkir dilakukan Dishub Serta retribusi lain-lain yang identik dengan kewenangan OPD bersangkutan.

“Untuk tiket masuk kawasan wisata, memang Bapenda yang mencetak tiketnya, tapi penarikan dilakukan DIspar,” ungkapnya.

Dalam dua tahun terakhir Bapenda hanya berwenang mencetak tiket masuk kawasan wisata. Dari seluruh tiket yang dicetak, tidak semuanya terjual. Sisa dari tiket tersebut tetap dikembalikan ke Bapenda.

“Sejauh ini penarikannya belum optimal,” katanya.

Untuk retribusi hotel dan restoran, Zulfadli mengklaim masih bisa diserap optimal. Hanya saja, di beberapa hotel masih memerlukan komunikasi dan kerja sama lebih lanjut.

“Tahun ini kita sudah pasang tapping box di server hotel, untuk mengetahui jumlah ril konsumen hotel dan setoran. Hal ini untuk memaksimalkan penarikan retribusi,” jelasnya.

Zulfadli menambahkan, tapping box sebenaranya sudah direncanakan dilakukan mulai tahun lalu. Tetapi urung dilakukan akibat adanya gempa bumi. Tahun ini, pemkab berencana menambah target pasang tapping box di 80 hotel.

“Ada anggaran sebesar Rp 400 juta untuk pengadaan alatnya,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks