alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Polres KLU Sosialisasi Narkotika Hingga di Pedalaman

TANJUNG-Awal tahun ini sudah dua kali, polisi menemukan tanaman ganja di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Para pelaku penanaman ganja telah diproses secara hukum. Untuk mencegah aksi penanaman ganja, sekaligus penyalahgunaan narkoba Polres Lombok Utara rutin melakukan sosialisasi. Terutama di desa-desa di pedalaman KLU.

Kasatresnarkoba Polres Lombok Utara Iptu Remanto menuturkan, pihaknya mulai mengintensifkan sosialisasi sejak Januari lalu. Sosialisasi ini dinilai mampu mengurangi aksi penyalahgunaan narkoba. Bahkan memberi jalan dalam mengungkap kasus penanaman ganja yang kedua.

“Kami sampaikan ke masyarakat seperti apa ganja dan jenis-jenis narkoba lainnya. Sehingga jika mereka menemukan penyalahgunaan narkoba, bisa melaporkannya ke polisi,” ungkapnya, kemarin (8/3).

Ia melanjutkan, sosialisasi terkait narkotika ini dilakukan sebanyak dua hingga lima kali dalam sebulan. Sasarannya mulai dari kalangan pemuda, para guru dan staf sekolah, hingga masyarakat yang tinggal di pedalaman.  Remanto mengaku hingga saat ini sudah 20 kali sosialisasi dilakukan, dan akan terus berlanjut.

“Terakhir kami sosialisasi di Hotel Tanjung Mina, bekerja sama dengan Dikpora. Kemudian sosialisasi dengan Dharma Wanita hingga Bayangkari,” jelasnya.

Sementara sosialisasi di tingkat desa sudah dilakukan di Desa Teniga, Desa Genggelang hingga ke Desa Sesait Kecamatan Kayangan. Sosialisasi juga akan dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Bayan. Pihaknya sengaja mengincar desa yang berada di pedalaman. Sebab selama ini, tanaman ganja ditemukan di daerah pedalaman.

Ia melanjutkan, sosialisasi ini juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh agama. Selain itu juga melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat ditunjukkan beragam jenis narkotika melalui gambar visual. Tujuannya agar mereka bisa mengenal bentuknya secara langsung, bukan hanya sekedar mendengar saja.

“Kita gunakan gambar jenis-jenis narkotika, mulai dari pohon hingga dalam bentuk obat-obatan dan lainnya,” jelasnya.

Selain sosialisasi, Remanto mengatakan, pihaknya juga memperketat pengawasan. Polres Lombok Utara akan berusaha menutup semua ruang gerak penyalahgunaan narkotika di KLU. Pihaknya juga terus melakukan pengembangan pencarian di kawasan lain untuk mencari kemungkinan adanya penanam ganja lainnya.

“Pembasmian narkotika hingga ke akar-akarnya akan terus kita lakukan,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks