alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

BPBD KLU Diminta Lebih Profesional

TANJUNG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengungkapkan temuan rekening ganda pembangunan rumah korban gempa. Hal ini diketahui ketika fasilitator melakukan verifikasi data penerima bantuan.

Komisi I DPRD KLU mengaku heran dengan temuan tersebut. Kasus ini dinilai menunjukkan kinerja BPBD dalam penanganan gempa di KLU kurang profesional.

“Ini kan menunjukkan mekanisme kerja mereka yang tidak professional,” ujar Ketua Komisi I DPRD KLU Ardianto, kemarin (8/4).

Ardianto menuturkan, banyak permasalahan yang ditemukan selain terkait rekening ganda. Ia bahkan menemukan adanya persoalan perubahan status masyarakat penerima bantuan hingga tidak masuk data sama sekali. Baik itu yang kategori rusak ringan maupun rusak berat.

“Di lapangan banyak saya dengar keluhan ini,” sambungnya.

Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Jenggala. Kepala dusun setempat dipusingkan dengan hal ini. Beberapa warganya sudah menyetorkan data untuk mendapatkan bantuan stimulant. Namun kenyataanya namanya tidak kunjung keluar.

Baca Juga :  Polres Lotara Bekuk Spesialis Curanmor

Ardianto mengungkapkan, data yang ganda itu menjadi bukti ketidakprofesionalan daerah dalam melakukan pendataan. Terutama kaitannya dengan korban gempa. Hal ini kemudian diperparah dengan ketidakjelasan kebijakan dari atas sampai bawah.

Ia mempertanyakan pendataan tersebut untuk rumah rusak atau hanya mendata KK yang rumahnya rusak. Hal ini dinilai masih belum jelas. Ia melihat adanya kesan asal cepat selesai kemudian dilaporkan.

Buktinya terlihat dari mekanisme verifikasi yang dilakukan. Seharusnya begitu melakukan pendataan langsung dilakukan verifikasi. Namun yang terjadi, justru data tersebut langsung dikirim dan keluar nomor rekeningnya.

“Verifikasi dilakukan setelahnya. Bahkan ada yang buat kelompok, setelah kelompok terbentuk rekening juga belum ada,” ungkapnya.

Selain itu ada juga yang terpaksa merubah kelompok karena tidak sesuai cluster.Seperti yang dialami kelompoknya sendiri. Dari 15 orang dalam kelompknya, hanya 8 orang yang keluar nomor rekeningnya. Mau tidak mau mereka pun harus merubah lagi kelompoknya. Delapan orang yang menerima tersebut kembali diverifikasi.

Baca Juga :  Polres KLU Sosialisasi Narkotika Hingga di Pedalaman

“Karena itu permasalahan ini harus menjadi pelajaran bersama,” tegasnya.

Sebelumnya Sekretaris BPBD KLU Evi Winarni mengungkapkan, sejumlah temuan rekening ganda. Hal itu disebabkan proses pendataan awal, dimana belum menggunakan juklak dan juknis yang ditetapkan. Sehingga data yang masuk menjadi tidak teratur.

Ia menuturkan, hal itu berimbas pada banyaknya kesalahan teknis. Seperti kesalahan penulisan nama hingga desa. Kesalahan seperti inilah yang menyebabkan timbulnya anomali. Terlebih, saat itu masih belum menggunakan sistem seperti saat ini.

“Contohnya seperti Dusun Kandang Kao, dan itu kan nama aslinya, tetapi petugasnya menulis Kandang Ko,” sambungnya.

Ketidaksesuaian data ini baru diketahui setelah fasilitator melakukan validasi untuk membantu mereka dalam percepatan progres saat ini. Para fasilitator terkadang menemukan dalam satu rumah memiliki banyak rekening dan persoalan lainnya. (fer/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/