alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Gili Tramena Segera Terapkan One Gate System

TANJUNG-Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu membuka kegiatan Focus Discussion Group (FGD) pembahasan road map dan finalisasi tahapan Visitor Management System (VMS) di Aruna Resort, Jumat (8/4). Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali pariwisata daerah.

Kegiatan ini juga dihadiri Asisten II Setda KLU H Rusdi, Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ilham Fauzi, Perwakilan ICCTF Bappenas Leonas Catim, dan perwakilan OPD KLU.

”Kami mengapresiasi kegiatan terbuka mengenai roadmap dan finalisasi tahapan Visitor Management System ini,” ujarnya.

FGD ini sebagai upaya mewujudkan penguatan tata kelola dan efektivitas pengelolaan yang berkelanjutan. Utamanya di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Tramena.

Pemerintah KLU terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan destinasi wisata Gili Tramena. Yakni dengan mengatur dan mengelola jumlah wisatawan yang datang maupun pergi dari gili.

Baca Juga :  Ratusan RTG yang Dibangun Duluan Akan Dibayar?

Mendukung efektivitas dan efisiensi VMS, diperlukan pendekatan one gate system sebagai akses awal menuju ke Gili Tramena. Sistem satu pintu dari VMS terintegrasi dengan pondok informasi yang rencananya dibangun di Teluk Nara.

”Harapan kita pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama terkait pintu masuk menuju Gili Tramena, yaitu Bangsal dan Teluk Nara,” sambungnya.

Politisi PKB itu menjelaskan, kapal cepat Bali menuju Gili Tramena nantinya harus bersandar di salah satu pelabuhan tersebut. Kemudian penumpang akan diantar menggunakan public boat dan speed boat yang ada di pelabuhan. Mengenai  kebijakan atau perda untuk payung hukum implementasi VMS, bisa disepakati bersama di dalam FGD.

”Kami percaya dengan inovasi ini daat mendorong membangkitkan pariwisata di daerah dimasa mendatang,” tandasnya.

Baca Juga :  Bupati Najmul Batal Divaksin, Ada Apa?

Perwakilan ICCTF Bappenas Leonas Catim menjelaskan, VMS merupakan sebuah aplikasi untuk mendata dan mengorganisir pengunjung yang datang dan pergi di suatu tempat. Pihaknya berharap, Pemerintah KLU memberi dukungan terhadap program tersebut.

”Tentunya kami sebagai pelaksana proyek, sangat membutuhkan kerja sama dengan Pemda KLU agar proyek yang sedang kami jalankan terlaksana dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKKPN Kupang Ilham Fauzi mengatakan, kegiatan FGD ini sangat membantu usaha pariwisata di Gili Tramena. Melalui One Gate System, para wisatawan yang datang bisa terkontrol dan terorganisir dengan baik. Sehingga segala aktivitas wisata bahari juga terjaga. Sehingga bisa melestarikan terumbu karang pada taman wisata perairan Gili Tramena.

”Kegiatan FGD ini sangat penting dalam kita mengatur ulang sistem pariwisata di Gili Tramena,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/