alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

KLU Mulai Terapkan Tanda Tangan Digital

TANJUNG-Penggunaan tanda tangan digital sudah mulai berjalan di lingkup Pemerintah KLU. Tercatat 500 sertifikat elektronik diserahkan Dinas Kominfo di seluruh OPD KLU.

”Sedang berjalan 500 sertifikat elektronik itu mulai dari eselon dua sampai empat,” ujar Kepala Dinas Kominfo KLU Hairul Anwar, Jumat (8/4).

Sebelum pembagian sertifikat, Dinas Kominfo sudah memberikan pelatihan terlebih dahulu. Bahkan selain OPD, pemerintah desa juga ikut pelatihan tersebut. Hanya saja untu desa, pihaknya belum menerbitkan sertifikat elektroniknya.

”Karena untuk desa ada prosesnya nanti,” sambungnya.

Pihaknya juga akan mengundang kembali ASN yang belum menggunakan tanda tangan digital tersebut, pekan depan. ”Tapi secara teknis mereka ini sudah dilatih,” katanya.

Baca Juga :  4.978 Surat Suara Tidak Sah di KLU

Sistem tanda tangan digital ini dinilai Hairul dapat memberikan seluruh ASN kemudahan. Mereka bisa menandatangani dokumen tanpa harus datang ke lokasi. Bahkan surat menyurat bisa dilakukan secara elektronik.

”Sehingga bisa memperkecil penggunaan banyak kertas,” bebernya.

Mengenai kekhawatiran adanya oknum memanipulasi data maupun tanda tangan digital, Hairul menjamin keamanannya. Sebab pihaknya tetap rutin melakukan kontrol.

”Di pusat pun sekarang sudah menggunakan itu, jadi tidak bisa dipalsukan tanda tangannya,” tegasnya.

Tanda tangan digital ini baru digunakan di Kota Mataram dan KLU. Di KLU sendiri, tanda tangan digital kini digunakan di 30 OPD dan lima kecamatan.

”Kami di kominfo sudah menerapkan itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Kampanyekan Prabowo-Sandi, Sarifudin Ambil Cuti

Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo KLU Sukardi menjelaskan, tahapan pembuatan tanda tangan digital dimulai dari pengumpulan dokumen. Setelah itu dilakukan pengecekan kelengkapan data. Ketika lengkap, selanjutnya akan dikirim ke pusat. Setelah itu baru diberikan PIN.

”Untuk bisa menggunakan tanda tangan digital itu harus menggunakan PIN,” sambungnya.

Sedangkan untuk desa, pihaknya akan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek). ”Memang ini tidak mudah, karena yang kita ubah ini adalah budaya kerja manual ke elektronik, jadi butuh waktu, “ pungkas Sukardi. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/