alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Bupati KLU Tekankan Keberpihakan pada Perempuan Hingga Disabilitas

TANJUNG-Bappeda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di Aula Kantor Bupati, Rabu (9/3). Kegiatan itu melibatkan perempuan, anak, masyarakat lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas.

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan, empat elemen tersebut sangat penting dilibatkan. Melalui Musrenbang ini diharapkan bisa membedah persoalan yang dihadapi kaum perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Kemudian aspirasi mereka akan ditelurkan menjadi program pada 2023 yang didukung dengan keberpihakan anggaran.

”Memang harus ada keberpihakan program kita kepada mereka,” ujarnya.

Djohan melihat kaum perempuan memiliki peranan penting dalam banyak hal. Dalam tataran birokrasi sendiri pihaknya mempercayakan sejumlah jabatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada sosok perempuan.

Baca Juga :  Tiga Gili Dibuka, Dinas Minta Tambahan Tongkang Pengangkut Sampah

”Ada camat Kayangan, kepala Bapenda, dan kepala Disnaker PMPTSP KLU dijabat perempuan,” sambungnya.

Seluruh aspirasi empat elemen masyarakat ini harus ditampung dan dirumuskan sehingga menghasilkan program. ”Kita ingin peran mereka lebih kita tingkatkan lagi, tentu harus kita siapkan pembiayaan untuk ke arah itu,” kata politisi PKB itu.

Kepala Bappeda KLU Parihin menjelaskan, ada banyak persoalan di KLU. Diantaranya menyangkut indeks pembangunan gender yang paling rendah di NTB. Meski pun ada peningkatan dari 84,61 persen di 2015 menjadi 85,44 persen di 2020.

Kemudian perempuan KLU juga masih tertinggal dari sisi pendidikan dan ekonomi.

”Kemudian masalah kemiskinan yang naik sebesar 0,5 persen atau total 27,04 persen di tahun 2020,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati Djohan Minta OPD Jemput Anggaran Pusat

Selain itu ada beberapa kasus lainnya seperti perempuan kepala keluarga alias janda di angka 14,46 persen. Kemudian kasus kematian ibu pada saat melahirkan di 2020 lalu sebanyak tiga orang.

”Ini menjadi beberapa pembahasan dalam Musrenbang kali ini,” katanya.

Musrenbang ini bertujuan agar Pemerintah KLU mendapat masukan untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD 2023. Disamping itu juga mendorong partisipasi perempuan, anak, lansia, dan disabilitas agar terlibat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

”Pada intinya Musrenbang RKPD nanti akan menjadi atensi. Pasti akan ada program OPD terkait yang kita dorong untuk disinkronkan dengan Musrenbang RKPD,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/