alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Butuh Upaya Bersama Agar Wisatawan Mau Kembali ke Tiga Gili

TANJUNG-Pemda KLU terus mematangkan persiapkan pembukaan kembali kawasan tiga gili (Meno Air Trawangan). Untuk menggaungkan destinasi unggulan KLU tersebut, Disbudpar KLU menerapkan konsep trust and confidence. ”Membangun dua hal itu tidak bisa dipisahkan,” ujar Kepala Disbudpar KLU Vidi Eka Kusuma, Selasa (9/6).

Pemkab disebutnya harus menyakinkan (trust) tamu, merasa aman di daerah wisata. Perlu persiapan diri agar mendapatkan trust tersebut. ”Baik pendatang maupun yang lainya harus dibuat yakin dan percaya bahwa kalau berkunjung ke gili tidak menimbulkan masalah,” jelas dia.

Selanjutnya pemerintah juga harus membangun confidence alias kepercayaan diri, meski dalam kondisi pandemi. Untuk itu dibutuhkan beberapa prosedur pencegahan penularan Covid-19 seperti Cleanliness Health and Safety (CHS).

”Sekarang kita memberikan peluang kepada pengusaha agar mereka merawat properti atau mempersiapkan segala sesuatunya,” tegas mantan kepala Disnaker PMPTSP KLU ini.

Membuka tiga gili tidak harus dengan biaya operasional yang besar. Namun kondisi peroperti di destinasi harus dirapikan. Setelah itu barulah dilakukan beberapa tahapan hingga dikatakan sudah berlangsung new normal.

”Makanya untuk itu perlu ada kesiapan semua pihak,” kata dia.

Penerapan new normal itu tergantung kesiapan semua pihak. Ada empat tahap yang kini dilakukan untuk itu. Yakni simulasi SOP, sosialisasi, publikasi, dan uji coba.

”Ini kita lakukan untuk meningkatkan dan membangunkan kembali perekonomian di tiga gili,” tandas dia.

Terpisah Ketua Komisi II DPRD KLU Narsudin meminta kepastian target kunjungan setelah tiga gili dibuka. Ia ingin agar Pemda KLU tidak berekspektasi terlalu tinggi. ”Jadi hal ini tidak segampang itu,” ujar dia.

Tak kalah penting, perlu menjadi perhatian kondisi daerah atau negara asal wisatawan. Tak hanya berkaitan dengan target kunjungan, namun juga aspek penanganan penyebaran Korona.

”Gili dibuka, tetapi malah negaranya di lockdown dan tidak boleh keluar,” contohnya.

Ia melanjutkan, new normal harus dilakukan bertahap. Yakni mulai dari mendatangkan wisatawan lokal. Titik puncaknya barulah wisatawan asing.

”Masyarakat di tiga gili menginginkan di new normal ini ada intervensi daerah. Apakah ada akomodasi atau bagaimana,” ucapnya. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks