alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Aplikator Dinilai Salah Paham

TANJUNG– Seorang mandor aplikator pembangunan rumah hunian tetap di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang curhat melalui facebook belum lama ini cukup viral. Akun mandor bernama Nanang Sugianto ini curhat minta dipulangkan ke Jawa karena merasa diberikan harapan palsu oleh Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.

Curhatan ini mendapat tanggapan dari Kepala BPBD KLU Muhadi. Ia membenarkan, kades Malaka memang membuat surat untuk aplikator bernama CV Global Skala. Namun aplikator tersebut diminta untuk membuat percontohan rumah hunian jenis Riko (rumah instan konvensional).  Tujuannya agar timbul minat masyarakat untuk membangun hunian jenis tersebut.

“Kalau masyarakat ada yang mau, pasti akan mengontak,” ujarnya saat dikonfirmasi via telpon Sabtu (9/2).

Namun dalam perjalanannya, CV tersebut justru membangun pondasi hunian untuk tiga kelompok masyarakat. Kemudian tiba-tiba mendatangkan lagi tenaga kerja sebanyak 30 orang dari Ponorogo. Muhadi mengatakan ada kesalahpahaman sehingga para pekerja tiba-tiba menggali pondasi dan mengangkut material.

“Seperti batu sudah diangkut,” sambungnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, hunian yang mereka bangun tidak sesuai speknya. Apalagi masyarakat sendiri belum ada yang mendaftar. Sehingga pekerjaan tersebut dihentikan. Selanjutnya disusun ulang proses administrasinya dari fasilitator. Mulai dari perencanaan gambar hingga RAB.

“Ternyata masyarakat yang melihat spek yang ditentukan, langsung menolak,” jelasnya.

Sejak awal CV tersebut hanya diminta membuat contoh, bukan langsung mengerjakan rumah korban gempa. Akibatnya, para pekerja yang telah didatangkan tidak bisa bekerja. Para pekerja ini menuntut pada BPBD KLU untuk dipulangkan ke Jawa.

“Mereka (CV Global Skala)  ini tiba-tiba datang bawa tenaga, padahal hanya diminta buat contoh rumah saja,” tegasnya.

Muhadi mengungkapkan dirinya sudah turun melakukan krocscek ke lokasi di Dusun Kecinan, Desa Malaka. Beton yang mereka cor ternyata tidak kuat, saat diketok beberapa kali justru lebur.

Agar tidak saling merugikan, Muhadi mengaku mencoba memfasilitasi. Bahkan pokmasnya pun mau mengelola sendiri pondasi yang sudah terlanjur digali para pekerja CV tersebut. Mereka membangun hunian jenis Riko secara swakelola. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks