alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

150 Pekerja di Villa O Tuntut Kejelasan Status

TANJUNG– DTKPMPTSP KLU menerima aduan dari ratusan pekerja Hotel Villa O (inisial), Gili Trawangan. Mereka mempertanyakan mengenai kejelasan status pekerjaan usai dirumahkan pascagempa 2018 lalu.

DTKPMPTSP KLU bahkan sudah memfasilitasi tiga kali mediasi kedua belah pihak. Namun hingga saat ini belum tercapai titik temu antara keduanya. Rencananya DTKPMPTSP KLU akan melakukan mediasi keempat, Selasa (12/4) mendatang.

”Ada 150 orang pekerja di Villa O menuntut kejelasan status mereka,” ujar Kepala DTKPMPTSP KLU Dende Dewi Tresni Budi, Minggu (10/4).

Ratusan pekerja tersebut telah dirumahkan cukup lama. Menurut Dende, ketika mereka dirumahkan, secara otomatis statusnya masih karyawan. Sebab dirumahkan sama dengan diistirahatkan sementara waktu. Namun ternyata selama dirumahkan, ratusan pekerja ini belum diberikan haknya.

Baca Juga :  Pimpinan Dewan Kecewa dengan Kebijakan Pemerintah KLU

”Hak mereka yang lain saja belum diberikan, apalagi THR mereka besok jelang lebaran,” kata mantan kabag Umum Setda KLU itu.

Pada mediasi Selasa mendatang, dirinya akan memanggil kembali pihak hotel. Pada mediasi sebelumnya, pihak hotel hanya diwakili manajemen yang tidak bisa mengambil keputusan. Sedangkan pemilik hotel beralasan memiliki banyak kesibukan, sehingga tidak bisa hadir.

”Pada mediasi ketiga akhir Maret lalu, pekerja minta direkturnya yang turun langsung menyelesaikan masalah ini,” bebernya.

Tuntutan ratusan pekerja hotel tersebut hanya meminta kejelasan status pekerjaan mereka. Sebab sudah bertahun-tahun mereka dirumahkan, BPJS Ketenagakerjaan pun mereka tidak punya.

Pada mediasi sebelumnya, perwakilan hotel sempat mengatakan alasannya karena kondisi. Sebab pascagempa hingga saat ini masih sepi kunjungan menginap di hotel tersebut. Meski DTKPMPTSP pernah menawarkan sistem shif, namun belum bisa diberlakukan pihak hotel akibat kondisi tersebut.

Baca Juga :  Menyaksikan Serunya Permainan Mangkeq di Desa Anyar, Kecamatan Bayan

”Memang penentu kebijakan di Villa O itu harus kita pertemukan biar ada kejelasan. Harapan kita ini sistem shift itu yang bagus,” jelasnya.

Sejauh ini pengaduan baru datang dari pekerja Villa O saja. Sedangkan pekerja dari hotel lainnya di KLU masih belum ada. Hal ini dikarenakan hotel lain memberlakukan sistem shif dengan jumlah pekerja yang tidak banyak.

”Kalau Villa O ini pekerjanya sampai 200 lebih orang, paling banyak di sana,” tandasnya. (fer)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/