alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Personel Polres Lombok Utara Bagi Masker ke Warga Setiap Hari

Tak hanya menggelar razia penerapan protokol kesehatan setiap hari. Jajaran Polres Lombok Utara juga membagikan masker kepada warga setiap hari. Seperti di Polsek Gangga. Tiap hari, satu personel membawa minimal sepuluh masker untuk dibagikan kepada warga.

————————

 

KAPOLSEK Gangga Iptu Remanto mengemukakan, pihaknya memang selalu membekali seluruh anggotanya puluhan masker setiap hari untuk berjaga-jaga. Masker itu akan diberikan pada warga yang ditemukan tidak memakai masker. Sementara warga itu tidak mungkin kembali ke rumah karena beberapa alasan.

“Sekarang, di pasar sudah sangat tertib,” katanya soal penggunaan masker di pasar.

Kata dia, penanganan Covid-19 di pasar sudah sangat maksimal. Pukul 07.00 Wita, anggota Polsek Gangga sudah standby di lokasi hingga pasar tutup. Semua orang diwajibkan menggunakan masker. Baik penjual maupun pembeli.

“Kalaupun ada yang tidak menggunakan masker, umumnya karena diturunkan ke dagu. Ketika kita tegur mereka langsung memakainya,” imbuh Remanto.

Dari pengamatan pihaknya, saat ini, 97 persen pembeli di pasar sudah menggunakan masker.

Kunci dari keberhasilan tersebut kata Kapolsek karena pendekatan yang dilakukan ke masyarakat. “Kita biasanya menggunakan bahasa lokal yang paling halus sambil bercanda,” ungkap dia soal cara yang digunakan personelnya.

Dengan cara seperti itu, masyarakat terbukti mengerti dan mau menerimanya. Sehingga, tidak ada resistensi yang timbul dari masyarakat. “Kita pakai cara kekeluargaan,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Lotara ini.

Khusus di internal Mapolsek Gangga, penerapan protokol kesehatan pun sangat ketat. Di sana, siapapun yang tidak bermasker akan diminta pulang. Jika memakai, mereka diwajibkan melakukan protokol kesehatan lainnya. Seperti mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

“Itu bentuk cara kami dalam mengantisipasi penularan Covid-19,” kata dia.

Remanto mengakui, pada awalnya cukup sulit menyarankan warga untuk selalu menggunakan masker. Berbagai macam alasan ditemukan anggota Polsek Gangga setiap harinya. Namun itu tak menyurutkan mereka untuk terus mengimbau warga bermasker.

“Setiap harinya lima anggota melakukan pengawasan di pasar. Mereka sekaligus bersosialisasi ke siapa saja di pasar agar mematuhi protokol kesehatan,” katanya merinci.

Sebagai warga asli KLU, Remanto mengaku itu membuatnya mudah berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga setiap harinya. Ia tetap ikut turun ke lapangan setiap hari dan memastikan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan.

“Jadi kalau rutin datang kita tidak perlu banyak bicara, begitu mereka melihat kita, mereka sudah mengerti,” tandas dia.

Selain di pasar, pusat keramaian lain yang menjadi atensi adalah kawasan Montong Pal. Itu merupakan kawasan lintasan yang disinggahi tak hanya warga KLU. Ada banyak warga dari Mataram singgah sebelum mereka ke Kayangan dan Bayan.

Untuk pelaku perjalanan tersebut, pihaknya tetap memberikan masker meski mereka sudah punya. Begitu juga dengan pedagang kaki lima yang ada di kawasan tersebut wajib memakai masker. Menggunakan masker sama artinya dengan menjaga kesehatan diri dan orang lain.

Ia melanjutkan, bermasker itu tidak hanya untuk mencegah covid-19 saja. Musim kemarau saat ini membuat banyak debu berterbangan dan menimbulkan penyakit lainnya. “Flu, batuk, dan lainnya bisa diminimalisir,” ujar Remanto.

Bahkan pada saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Waki Bupati Lombok Utara pada 4-6 September lalu, pihaknya sudah menyiagakan 400 masker. Meski saat itu para pendukung kandidat susah diarahkan menjaga jarak, setidaknya warga menggunakan masker.

“Bagi yang tidak ada masker saat itu, langsung kita berikan masker,” aku dia. (fer/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks