alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Dewan Lombok Utara Minta Kepastian Waktu Pencairan Jadup Korban Gempa

TANJUNG– Bantuan jaminan hidup (jadup) yang tak kunjung cair mendapat perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) KLU dianggap kurang maksimal dalam mengupayakan pencairan jadup. Padahal di sejumlah daerah, seperti Lombok Timur, Lombok Barat, dan sebagian Kota Mataram, jadup sudah mulai dicairkan.

“Karena jadup belum kunjung cair, sekarang munculah dana DSP dari Kementerian Keuangan,” ujar Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi, kemarin (9/11).

Artadi menuturkan, data calon penerima jadup di KLU telah dikirim ke Kementerian Keuangan. Saat ini, KLU hanya bisa menunggu pencairan. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan bantuan sosial tersebut cair.

” Sebenarnya pencairan jadup ini tergantung bagaimana pemerintah daerah menggedor Kementerian Keuangan itu,” sambungnya.

Ia melanjutkan, Kementerian Keuangan telah menjanjikan anggaran Rp 145 miliar untuk calon penerima jadup di KLU, sebanyak 75.554 KK atau 242.572 jiwa. Sejak awal keterlambatan pencairan jadup untuk KLU dikarenakan persoalan data yang dikirim pemkab. Sehingga dana DSP dari Kemensos itu tidak bisa direalisasikan seperti di Lobar, Lotim dan sebagian Kota Mataram. Sehingga menurutnya, daerah mesti lebih proaktif mendesak pusat untuk mencairkan dana bantuan tersebut.

“Kami mendorong pemkab, khususnya Dinsos P3A, agar terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan agar jelas kapan jadup itu dicairkan,” jelasnya.

Artadi juga meminta agar pemkab, tidak memberikan pernyataan yang mengambang sebelum ada kepastian pencairan jadup.  Sebab pernyataan ini akan menjadi polemik di masyarakat yang sangat berharap pencairan bantuan tersebut.

“Sebelumnya ada pernyataan bupati yang mengatakan cair sebelum Lebaran. Tetapi yang terjadi sampai saat ini jadup belum kunjung cair,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial  Dinsos P3A KLU Suryadin menuturkan, data penerima jadup sudah dikirim ke Kementerian Keuangan 6 Agustus lalu. Jumlah calon penerima bantuan yang dikirim Kemensos ke Kemenkeu sebanyak 75.554 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 242.572 jiwa. Estimasi dana yang dibutuhkan untuk memenuhi jumlah penerima Jadup tersebut sebanyak Rp 145.543.200.000.

“Sedangkan untuk seluruh NTB estimasi anggarannya sebanyak Rp 423.138.600.000,” ungkapnya.

Suryadin menegaskan, jumlah data penerima jadup sudah tidak lagi mengalami perubahan. Sebab data yang dikirim pihaknya ini sesuai dengan yang dikirim oleh desa ke Dinas Sosial. Mengenai kabar terbaru jadup tersebut, ia mengaku hingga saat ini sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari Kemensos. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks