alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Keberadaan Minimarket di SPBU Telaga Wareng Jadi Polemik

TANJUNG- Keberadaan minimarket di SPBU Telaga Wareng, Pemenang diprotes sejumlah warga. Warga mempertanyakan keberadaan minimarket ini mengingat Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak mengizinkan berdirinya ritel modern.

Tokoh pemuda setempat Tarpi’in Adam menyoroti beroperasinya minimarket di SPBU Telaga Wareng tersebut. Sepengetahuannya, izin ritel modern ini digabung dengan izin operasional SPBU.

“Pemkab seharusnya menyikapi hal ini (keberadaan ritel). Sebab berbicara soal investasi, masih banyak potensi investasi yang lebih memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya, kemarin (11/11).

Adam mengatakan, pihaknya tidak anti investasi. Namun setiap investasi harus dikaji terlebih dahulu apa untung ruginya bagi daerah. Pemkab jangan hanya memikirkan para investor, namun juga warga yang terkena efek dari investasi tersebut.

Sementara itu Kepala Diskoperindag KLU Raden Nurjati mengungkapkan pemkab tidak pernah mengeluarkan izin operasional ritel modern di KLU. Sebab KLU sudah memiliki BUMDes yang nantinya menggeluti usaha perdagangan tersebut.

“Minimarket tidak diizinkan di KLU, karena kita ingin melindungi UMKM,” ujarnya.

Namun, terkait keberadaan minimarket di SPBU tersebut Diskoperindag tidak bisa bertindak. Sebab izin pendirian ritel modern tersebut digabung dengan izin SPBU. Dan ini bukan menjadi ranah Diskoperindag. Meski pihaknya mengkhawatirkan, keberadaan minimarket di SPBU ini nantinya dapat mempengaruhi usaha UMKM sekitarnya.

“Mestinya izin operasional ritel, seharusnya tidak boleh digabungkan dengan izin SPBU. Tapi ini kan kewenangan pemprov,” sambungnya.

Nurjati mengaku tidak pernah ada komunikasi antara pemprovdengan pihaknya terkait izin minimarket di dalam SPBU tersebut. Dirinya juga tidak tahu perihal konsep daerah terhadap keberadaan minimarket tersebut.

“Mungkin saja ada perubahan juga di perizinan atau dibagian ekonomi. Saya tidak tahu persis persoalan itu,” tandasnya.

Namun soal keberadaan ritel modern mestinya harus ada konfirmasi ke pemerintah kabupaten, melalui desa ataupun kecamatan. “Kalau kabupaten tidak mungkin akan mengeluarkan rekomendasi, makanya koordinasi itu sangatlah penting,” pungkasnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks