alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Mutasi Direktur RSUD Diwarnai Penolakan

TANJUNG-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dr H Lalu Bahrudin digantikan posisinya oleh Sekretaris Dinas Kesehatan NTB dr. H Samsul Hidayat. Bahrudin mendapat jabatan baru sebagai Sekretaris Dinas Ksehatan KLU.

Pergantian tersebut ternyata mendapat penolakan sebagian orang. Bahrudin, yang merupakan putra asli KLU, dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan RSUD KLU.

Bupati KLU H Najmul Akhyar mengatakan, pergantian direktur RSUD sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun karena menunggu proses administrasi perpindahan, pelantikan baru bisa dilakukan kemarin (12/3). Posisi baru Bahrudin yakni sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan justru dinilainya lebih menantang.

“Jika dulu ia hanya mengurus rumah sakit, maka sekarang mengurus puskesmas, termasuk juga rumah sakit,” katanya seusai melantik enam pejabat eselon II, kemarin.

Ia berharap kepada direktur RSUD KLU yang baru melanjutkan program yang telah dibuat pejabat sebelumnya. Bupati berharap muncul-muncul ide-ide baru, terutama terkait peningkatan pelayanan.

“Soal spanduk penolakan, itu adalah aspirasi, jadi tidak ada masalah,” sambungnya.

Selain direktur RSUD KLU, mutasi kemarin sore juga menimpa sejumlah pejabat lainnya. Di antaranya mantan Kasubid Kelembagaan Arifin yang dipromosikan menjadi Kabid Pendataan Penduduk. Mutasi juga menimpa Kepala UPT Sampah Agus Suhaidi Ibrahim, Kabid Catatan Sipil Mardi, dan Kasi Perikanan Tangkap Bagus Padrusa.

“Mereka sudah dilantik pekan lalu, tapi baru sekarang bisa diambil sumpah jabatan,” terang bupati.

Sementara itu, tokoh masyarakat KLU H Bimbo Asmuni menilai pergantian direktur RSUD KLU sangat mengagetkan. Sebab dr. Bahrudin dinilai memiliki jasa cukup banyak bagi perkembangan RSUD KLU.

“Terbukti, pelayanan di RSUD sekarang sudah sangat bagus,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi Surat Keputusan Sekda KLU Nomor 9/23.B/BKD-PSDM/2019 tentang pencatatan dan penugasan PNS dr. H. Syamsul Hidayat di lingkungan Pemerintah KLU, sebagai dokter umum di RSUD KLU sejak tanggal 1 Februari 2019. Belakangan  munculnya lagi SK pengangkatan sebagai direktur RSUD.

Ia juga menilai pergantian direktur RSUD oleh orang dari luar KLU, bisa dipertanyakan. Hal ini menunjukkan, pemkab kurang percaya dengan kualitas SDM KLU. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks