alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Satu Jamaah Positif Korona, Ratusan Peserta Ijtima Ulama di Lombok Utara Dalam Pemantauan

TANJUNG-Tim medis Satgas Gugus Covid-19 Lombok Utara kembali fokus memeriksa kesehatan ratusan warga yang sebelumnya mengikuti kegiatan di Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. Apalagi pasien positif covid-19 di Lombok Utara berinisial N, merupakan salah satu anggota jamaah tersebut. Penelusuran terhadap kontak lain pasien tersebut juga terus dilakukan.

“Informasi yang kami dapatkan, setelah pulang dari Gowa, beliau salat berjamaah. Mereka yang salat berjamaah dengan beliau itu kami telusuri juga,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara dr H Lalu Bahrudin, kemarin (12/4/2020).

Kata dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada keluarga dekat N di Dusun Batu Lilir, Desa Teniga. Ada delapan orang yang diketahui sudah kontak langsung dengan N. Mulai dari istri, adik, hingga anaknya.

Mereka yang kontak langsung dengan N menjadi sasaran pertama pemeriksaan rapid test.  Termasuk anggota jamaah tabligh yang pernah ke Gowa, terutama yang tinggal satu dusun dengan N.

“Perlakuan terhadap kontak tracking ini diakuinya tergantung hasil pemeriksaan,” jelasnya.

Jika dinyatakan positif, Bahrudin mengaku akan melakukan kordinasi dengan satgas untuk mengkarantina yang bersangkutan di RSUD sementara. “Nanti kami akan melakukan perawatan terpusat satu titik supaya tidak ada lagi penularan,” jelas mantan Direktur RSUD Lombok Utara itu.

Bahrudin mengungkapkan, saat ini sedang dalam fase transisi. Sebagai antisipasi, jamaah yang pulang dari Gowa dipusatkan di satu lokasi isolasi. Ia akan menginstruksikan semua puskesmas untuk melakukan pengecekan sesuai data per wilayah atau per kecamatan.

“Karena mereka diprioritaskan untuk pemeriksaan RDT-nya,” ujar dia.

Jika nanti banyak ditemukan ada yang terkonfirmasi positif covid-19, karatina terhadap mereka akan dilakukan di RSUD sementara. Namun kata dia, di Kecamatan Pemenang, mereka sudah melakukan isolasi mandiri.

“Ada tempat yang digunakan untuk masyarakat di Malaka sehingga tidak terpusat semua di sini,” tandas dia.

Ia menambahkan, pihaknya nanti akan mengatur karantina sesuai klaster. Misalnya klaster Gowa di Tanjung, klaster Jakarta di Kecamatan Pemenang, dan lainnya.

“Termasuk klaster yang berkontak langsung dengan inisial N ini, juga kita akan karantina,” tegas dia.

Berdasarkan data, klaster Gowa di Lombok Utara cukup banyak. Jumlahnya diperkirakan lebih dari seratus orang. Di Batu Lilir saja ada sekitar 39 orang yang berangkat ke Gowa.

“Kalau tidak salah 130 orang keseluruhan,” aku dia.

Persoalan data klaster Gowa, kata Bahrudin, sudah ada di masing-masing satgas kecamatan.  Pemeriksaan klaster Gowa ini untuk antisipasi adanya lonjakan. “Yang jelas mereka semua akan kita periksa,” kata dia.

Sementara itu Camat Tanjung Samsul Bahri mengaku sudah koordinasi dengan satgas untuk melakukan pemeriksaan door to door.  “Tim mendatangi satu per satu warga ini di rumahnya masing-masing, karena kami tidak boleh mengumpulkan mereka,” ujar dia.

Samsul mengungkapkan, Pemdes Teniga sudah siap menerima satgas. Kata dia, jika hasil pemeriksaan RDT menunjukkan ada yang positif, pihaknya akan melakukan lockdown di dusun tersebut.

“(Lockdown) tergantung keputusan pemda juga,” aku dia

Sedangkan mengenai hasil pemeriksaan, ia belum bisa memberi komentar. Sebab dirinya masih belum menerima data dari Dinas Kesehatan.  (fer/r4)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks