alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Cegah Penyakit PMK, KLU Perketat Jalur Masuk Ternak

TANJUNG-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak tengah mewabah di Indonesia. Melihat hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD KLU Hakamah meminta Pemerintah KLU melakukan antisipasi.

”PMK ini cepat menularnya,” ujar dia, Kamis (12/5).

Penyakit ini bisa menyerang sapi, domba, dan ternak lainnya. Hanya kuda yang tidak rentan. Pada 1983 lalu, penyakit ini juga pernah menyerang. Penyebabnya bervariasi karena masa inkubasinya selama 2-16 hari, sejak tertular hingga muncul gejala. Virus penyakit ini bisa bertahan di air tergenang.

”Bisa menular lewat tetesan darah, jeroan dan lainnya,” sambungnya.

Hal ini dinilainya perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Bila perlu dibuatkan tim untuk menangani persoalan tersebut. Sebab jika mewabah di KLU, maka akan berdampak secara ekonomi bagi peternak.

Baca Juga :  Aturan Baru, Pencatatan Nama Minimal 2 Kata

”Pengawasan harus diperketat,” tegasnya.

”Bila perlu pemerintah daerah harus menyiapkan obat berupa vitamin sebagai antisipasi,” tandasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi mengatakan, sosialisasi Penyakit PMK telah dimulai, kemarin, (12/5). Sosialisasi dilakukan mulai dari UPTD Tanjung hingga seluruh kecamatan di KLU.

”Itu sudah terjadwal,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut dilakukan agar petugas UPTD hingga penyuluh paham mengenai penyakit tersebut. Mulai dari penyebab, penularan, hingga penanganan dan pengendaliannya.

”Harapan kami, sosialisasi ini membuat teman-teman di kecamatan paham dan menyosialisasikan lagi ke kelompok ternak sebagai antisipasi penularan,” jelas mantan sekretaris Dinas Dukcapil KLU itu.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, PMK ini sudah terkonfirmasi positif masuk di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah. Sebab itu dirinya meminta UPTD Bayan yang berbatasan dengan Lombok Timur memperketat lalu lintas ternak melalui Desa Sambik Elen.

Baca Juga :  Segera Purna Tugas, Bupati Najmul Minta Maaf

”Itu sudah keluar hasil lab-nya,” beber Tresnahadi.

”Saya minta stop dulu ternak yang mau masuk ke KLU. Bila perlu suruh kembali saja,” tambahnya.

Tak hanya ternak, bahkan pakan dari Lombok Timur pun juga diawai.

”Untungnya tidak menular ke manusia, tapi harus tetap hati-hati,” imbuhnya.

Meski begitu, penyakit ini memberi dampak besar bagi perekonomian peternak. Ternak yang tertular akan mengalami penurunan daya tahan tubuh dan nafsu makan. Hal itu membuat bobot badan ternak menurun.

”Bahkan bisa menyebabkan kematian jika parah,” katanya.

”Sekarang kita awasi dan perketat pintu masuk di Bayan, Pusuk, hingga jalur Setangi Malaka, untuk menghindari risiko penyebaran PMK ini,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/