alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Kasus Stunting di KLU Masih Tinggi

TANJUNG-Angka kasus stunting di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terbilang masih tinggi, 28,3 persen. Hal ini diutarakan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan usai apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara, Kamis (12/5).

”Mudah-mudahan, kita bisa menurunkan angka stunting,” harapnya.

Kegiatan apel siaga bersama itu juga sekaligus upaya verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting di KLU. Sehingga pemerintah daerah bisa menyediakan tim yang baik dan kebijakan yang inovatif untuk penanganannya.

”Hari ini kami berkomitmen, baik bidan, Tim Penggerak PKK, maupun KB bagaimana menangani stunting ini,” sambungnya.

Menurut politisi Gerindra itu, persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat dari sisi kesehatan saja. Kasus ini merupakan permasalahan yang kompleks dan cukup panjang. Sebab itu, pemerintah daerah mengatensinya dari semua sektor.

Baca Juga :  Rp 297 Juta Tunjangan Transportasi DPRD KLU Jadi Temuan BPK

”Baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya untuk bergerak maju lebih baik,” kata Danny.

Pemerintah daerah kini terus bergerak di semua desa. Terutama di desa yang memiliki angka stunting yang tinggi sesuai data. Desa dengan stunting tertinggi akan mendapat prioritas penanganan.

”Untuk target penurunan memang kita target seminimal mungkin,” tandasnya.

Ketua TP PKK KLU Hj Galuh Nurdiyah mengatakan, seluruh kadernya berkomitmen menurunkan angka stunting. Pihaknya juga berkomitmen memantau terus perkembangan di lapangan. Sehingga output program penurunan angka kasus stunting ini bisa membuahkan hasil.

”Kita inginkan output dari program yang ada akan membuahkan hasil,” pungkas anggota Komisi III DPRD Lombok Utara itu. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/