alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Wisatawan Gili Tramena Mulai Menggeliat

Ratusan Hotel Masih Belum Beroperasi

TANJUNG-Geliat pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU), khususnya Gili Trawangan, Meno, dan Air (Tramena) mulai terlihat. Tingkat kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan tersebut meningkat 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Namun geliat pariwisata Gili Tramena itu, belum diikuti kesiapan pengusaha hotel dan penginapan. Hal ini dibeberkan Ketua Gili Hotels Association (GHA) Lalu Kusnawan, Kamis (12/5).

Pada saat ini masih banyak dijumpai hotel dan penginapan yang belum beroperasi. Hal tersebut dikarenakan banyak pengusaha yang belum mampu menanggulangi biaya operasional.

”Biaya operasional yang harus dikeluarkan cukup mahal,” ujarnya.

Dari 700 lebih hotel yang ada, hanya 228 hotel yang masih beroperasi hingga saat ini. Rata-rata hotel dan penginapan tutup akibat sepinya tamu, dampak pandemi dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Perbaiki Pasar di KLU, Pusat Anggarkan Rp 11,5 Miliar

”Hal itu mengurangi income para pelaku usaha,” sambungnya.

Hal ini juga membuat pengusaha terpaksa merumahkan para pekerjanya. Selain itu, pekerja di Gili Tramena saat ini hampir 70 persen berasal dari luar KLU. Sedangkan pekerja dari dalam KLU sendiri masih sangat minim.

Sebab itu, GM Hotel Wilson Retreat Gili Trawangan ini meminta Pemerintah KLU memfasilitasi pekerja dari KLU. Salah satunya dengan memberi pelatihan agar dapat diserap di sektor pariwisata di KLU.

”Kita kekurangan tenaga dari KLU, karena itu kita minta pemda untuk melakukan pendampingan kepada pekerja yang ingin bekerja di sektor pariwisata,” tandasnya.

Perihal tenaga kerja, Kepala DTKPMPTSP KLU Denda Dewi Tresni Budi Astuti membenarkan banyaknya pekerja Gili Tramena yang dirumahkan. Jumlahnya 2.000 lebih pekerja.

Baca Juga :  Pemkab KLU Bentuk Tim Pengawas ASN

Pihaknya kini bersiap melakukan pendataan ulang pada semua hotel di Gili Tramena. Bertujuan mengetahui jumlah serapan pekerja, maupun yang dibutuhkan saat ini.

”Kita akan lakukan survei ke hotel-hotel dan penginapan,” katanya.

Disamping itu, pihaknya  sudah melakukan  pendampingan dan pelatihan pada pemuda KLU. ”Pelatihan kemarin sekitar 36 orang,” bebernya.

”Dari jumlah tersebut sekitar 90 persen terserap bekerja di  hotel dan penginapan di tiga gili,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/