alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Temuan BPKP, Enam Paket Proyek Pembangunan Jalan di KLU Kekurangan Volume

TANJUNG-Sejumlah paket proyek pembangunan jalan tahun anggaran 2021 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) jadi temuan BPKP NTB. Temuan tersebut berupa kekurangan volume pekerjaan. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR KLU Bambang Gunawan, Minggu (12/6).

”Jadi memang sekarang sedang berproses pengembalian,” ujarnya.

Dikatakannya, BPKP NTB memberikan kesempatan untuk pengembalian selama 60 hari. Pihaknya pun telah mendorong agar rekanan bisa memenuhi pengembalian tersebut. Pihak rekanan pun telah menyetujui untuk pengembaliannya.

”Mudah-mudahan cepat segera dikembalikan, biar saya bisa informasikan lagi,” sambungnya.

Ada enam paket pengerjaan jalan yang disorot. Namun Bambang tidak merincikan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan kekurangan volume pengerjaan tersebut.

Baca Juga :  Capaian KIA KLU Lampaui Target Nasional

Enam paket tersebut adalah jalan Tanjung-Leong dengan pagu anggaran Rp 8,3 miliar. Jalan Padamangko-Batu Jompang dengan pagu Rp 1,9 miliar. Jalan Montong Pal-Telaga Maluku dengan pagu Rp  3 miliar.

Jalan Bulan Semu-Dasan Sangat dengan pagu Rp 3,6 miliar. Jalan Setangi-Setangi Gunung dengan pagu Rp 1,3 miliar. Jalan Panggung Timur-Tanak Senang dengan pagu Rp 1,8 miliar.

”Dari semua itu, sudah ada sebagian besar yang mengembalikan,” bebernya.

”BPKP pun tidak langsung mengharuskan pengembalian sekaligus, yang penting ada proses pengembalian beberapa dulu,” imbuhnya.

Bambang menegaskan, pengerjaan fisik enam proyek tersebut sudah selesai. Sebab pembangunannya menggunakan anggaran tahun 2021. Sedangkan untuk bentuk temuan, Bambang mengatakan ada bermacam-macam. Mulai dari aspal, pemasangan baru, hingga rabatnya.

Baca Juga :  Polemik Muara Jambianom, Pemkab KLU Tunggu Hasil Rekonstruksi

Kekurangan volume yang ditemukan tidak mencapai lima centimeter. Yakni pada kisaran 0,1-0,3 milimeter. Namun jika dikalikan dengan panjang jalan yang dikerjakan akan membuatnya menjadi banyak.

”Jadi memang selisih mili itu pasti ada, ya namanya juga pekerjaan jalan,” tandasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/