alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Jangan Dikorupsi! Inspektorat Lombok Utara Kawal Penggunaan Dana Penanganan Korona

TANJUNG-Anggaran pencegahan dan penanganan dampak covid-19 di Lombok Utara menjadi salah satu yang paling banyak di NTB. Karenanya Inspektorat Lombok Utara akan mengawal secara khusus agar anggaran tersebut terserap maksimal selama masa tanggap darurat.

Kepala Inspektorat Lombok Utara H Zulfadli mengaku banyak anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang digeser untuk menangani covid-19. Sumber dana untuk penanganan covid-19 ini tidak hanya dari BTT, tetapi ada juga DID, DAK dan dana perjalanan dinas yang tidak digunakan dialihkan ke biaya tidak terduga (BTT).

“Kami akan membantu mempercepat agar alokasi dana sesuai dengan rencana dan akuntabel,” ujar dia.

Alokasi BTT pencegahan dan penanganan covid -19 Lombok Utara sebesar Rp 65,144 miliar. Untuk mencapai angka ini, TAPD melakukan penyisiran anggaran di semua item dan semua OPD. TAPD bahkan harus kerja lembur untuk menyusun anggaran tersebut mengejar deadline waktu 1 pekan seperti yang diminta Kemendagri.

Terhadap percepatan eksekusi anggaran itu, ia mendorong agar dana tersebut tidak menjadi Silpa. Lebih penting lagi, barang yang diperlukan untuk penanganan covid-19 bisa diperoleh tepat waktu.

“Saat ini ada edaran LKPP dimana kita bisa percepat dengan sistem  pembelian langsung. Ada barang langsung diambil,” ungkapnya.

Tidak hanya Inspektorat, pelaksanaannya akan dikoordinasikan pula dengan BPKP, LKPP serta aparat yang berwenang. Sebab dalam standar akuntansi pemerintah, sistem bayar dilakukan di belakang setelah barang diperoleh.

Namun karena situasi wabah covid-19, maka edaran LKPP tersebut sangat penting untuk mempercepat pelaksanaan rencana dan kegiatan satgas.

“Tidak ada arahan khusus (LKPP) tapi ada kemudahan yang diberikan. Kita juga libatkan BPKP agar di APIP kita juga tidak kesulitan nantinya,” sambungnya.

Zulfadli menilai, ketersediaan anggaran yang besar dan percepatan dalam eksekusi anggaran sangat penting dalam penanganan covid-19 di daerah. Apalagi covid-19 berkembang sangat cepat di masyarakat melalui kontak orang per orang.

Oleh karenanya, Zulfadli berpendapat agar pencegahan dilakukan massif dengan daya dukung peralatan dan perlengkapan yang memadai. Tidak hanya masyarakat, tetapi petugas kesehatan serta satgas yang bergerak agar dilengkapi dengan pengaman standar. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks