alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Dampak Korona, Target Retribusi Lombok Utara Sulit Tercapai

TANJUNG-Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara pesimis dapat mengejar target retribusi jasa tambat kapal. Apalagi target tahun ini naik menjadi dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Target sekarang lebih tinggi dibanding tahun lalu, namun sepertinya sulit terealisasi,” kata Kepala Bidang Kelautan Dishublutkan Lombok Utara Abdur Rais, Jumat (13/3) lalu.

Kata dia, tahun lalu target yang dibebankan sebesar Rp 250 juta. Tahun ini naik dua kali lipat menjadi Rp 544 juta.

Tahun lalu, pihaknya sempat optimis bisa tercapai sebab kondisi Lombok Utara yang mulai pulih pascagempa. Namun di awal tahun ini, terjadi wabah virus korona yang mengancam sektor pariwisata.

“Kunjungan wisatawan sekarang ini sedang sepi, jadi berpengaruh juga terhadap retribusi jasa tambat,” ungkap dia.

Rais mengatakan, sebelumnya ada banyak kapal yang bersandar setiap harinya. Bahkan kapal tersebut bisa terparkir selama dua sampai tiga hari.

“Tapi sekarang malah nyaris tidak ada (yang bersandar),” aku dia.

Ditanya soal capaian saat ini, ia mengakui masih sangat rendah. “Datanya masih di staf saya, saya nggak hafal untuk realisasinya, intinya masih sangat rendah,” beber dia.

Ia menuturkan, pungutan retribusi jasa tambat yakni untuk satu kali sandar dibebankan Rp 2.000 per GT. Sumber penarikan sendiri baru dilakukan pada dua titik, yakni di Dermaga Gili Air dan Dermaga Teluk Nara.

“Rata-rata kapasitas kapal (yang ditambatkan) sampai 7 GT,” jelas dia.

Penarikan retribusi tersebut dilakukan oleh sekitar 10 personel tiap harinya. Mereka terbagi dalam dua kelompok juru pungut di Dermaga Teluk Nara dan Gili air.

“Masing-masing menempatkan satu kordinator yang mengatur proses pungutan di lapangan,” kata dia. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks