alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Bripka Gede Wagiarta, Edukasi Warga Dengan Membagikan Masker Gratis

LOMBOK Utara boleh menjadi satu-satunya kabupaten zona kuning di NTB. Tapi, bukan berarti warga di Lombok Utara boleh abai pada penerapan protokol kesehatan. Itu sebabnya Bripka Gede Wagiarta, pun selalu memantau mereka yang abai tersebut. Jika ditemukan, segera Bhabinkamtibmas Desa Jenggala ini mengingatkannya.

Terutama untuk mereka yang tidak selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. “Saya imbau mereka juga tentang pentingnya menggunakan masker itu,” ungkap dia.

Kini, setiap hari Bripka Gede berkeliling desa. Memantau dan melakukan sosialisasi tentang Covid-19. Dari pintu rumah satu ke pintu rumah yang lain. Selain penggunaan masker, warga juga diingatkan menerapkan perilaku hidup sehat.

SOSIALISASI MASKER: Bripka Gede Wagiarta menggelar sosialisasi penggunaan masker pada warga Desa Jenggala yang masih abai menerapkan protokol kesehatan. (BRIPKA GEDE FOR LOMBOK POST)

Karena itu, jangan heran jika setiap hari Bripka Gede menenteng tas punggung yang di dalamnya berisikan masker. Itu akan dibagikan pada warga yang kebetulan ia temui tidak menggunakan masker.

Kata Bripka Gede, kegiatan Kampung Sehat ini merupakan persiapan memasuki masa new normal. Sebagai motor penggerak, ia harus membantu menggerakan warga di semua sektor. Mulai dari kesehatan, keamanan, hingga perekonomian.

UMKM yang dulu mati dibantu untuk hidup kembali. Ia memberikan mereka dorongan agar aktif kembali berproduksi di tengah pandemi ini.

“Kesulitan banyak, terutama pada warga yang ngeyel ini,” aku dia.

Dirinya masih saja menemukan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Ada saja yang mengaku tidak memiliki masker padahal sudah dibagikan. Ketika ditanya, warga tersebut mengaku maskernya sudah dibuang.

“Padahal itu bisa dicuci. Kurangnya kesadaran warga ini jadi tantangan saya,” jelas Bripka Gede.

Meski banyak tantangan, namun Bripka Gede mengaku itu bukan menjadi beban. Apalagi keluhan. Waktu bersama keluarga berkurang pun tak jadi masalah.

“Kita ini kan pelayan masyarakat. Harus selalau ada untuk mereka,” tandas dia. (fer/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks