alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Isolasi Mandiri Rasa Liburan di Desa Jenggala Lombok Utara

Mereka yang harus menjalani isolasi mandiri di masa pandemi Covid-19 di Desa Jenggala tak perlu stress. Mereka disiapkan tempat isolasi nyaman tiada tara. Tak ubahnya sedang liburan. Kesehatan pun dipantau, dan seluruh kebutuhan selama isolasi ditanggung.

—————————————–

 

DESA Jenggala ada di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Semenjak pandemi, desa ini sangat aktif mengkampanyekan pencegahan Covid-19. Tak kalah dengan desa lainnya di KLU, Desa Jenggala juga punya inovasi menarik dalam lomba Kampung Sehat. Mulai dari sektor kesehatan, keamanan dan ketertiban, serta  ekonomi.

Di sektor kesehatan, Kepala Desa Jenggala Fakhrudin menuturkan, penerapan protokol kesehatan tetap yang utama. Semua rumah, kios, warung, hingga toko wajib menyediakan tempat cuci tangan. Warga maupun pengunjung luar Jenggala harus menggunakan masker saat memasuki desa.

“Hal itu kita terapkan, dan sudah membuat surat edarannya,” ujar dia pada Lombok Post.

Namun yang paling diunggulkan dalam Kampung Sehat ini adalah fasilitas isolasi mandiri Covid-19. Pemdes Jenggala bersama Kadin bekerja sama mengubah homestay menjadi lokasi isolasi warga yang terpapar Covd-19. Ruang isolasi ini dikelola langsung oleh warga desa Jenggala.

Terletak di lingkungan Tanak Song Lauk, ada 25 unit homestay yang diubah menjadi pusat isolasi mandiri. Homestay ini telah dibuatkan Kadin masing-masing satu di tiap rumah. Ketika ada warga yang reaktif dan positif.

“Namanya Tasola Beach Village,” sambung dia.

Ia melanjutkan, pusat isolasi ini berbeda dengan yang disediakan Pemda KLU. Suasananya diciptakan sangat asri sehingga membuat warga yang diisolasi tidak menjadi stress.

Bahkan mereka dibuat merasa seolah sedang berlibur. Sebab, di kompleks homestay terdapat taman bunga dan dekat dengan pantai.

“Tanpa harus (warga,red) dikarantina di tempat kabupaten. Hanya saja kita minta pemerintah agar tetap memantau warga,” jelas Fakhrudin.

Lanjut dia, satu homestay disediakan untuk satu orang yang akan diisolasi dengan fasilitas lengkap. Seperti kasur, kipas angin, tempat cuci tangan, sabun, hand sanitizer dan toiletnya. Sedangkan untuk makanan warga yang diisolasi, ada juru masak khusus disediakan dari kelompok perempuan Desa Jenggala.

“Untuk ini juga kita kerjasamakan dengan Pokdarwis,” aku dia.

Sudah berapa warga yang diisolasi? Fakhrudin menjelaskan Desa Jenggala adalah desa zona hijau di KLU. Sehingga sampai saat ini belum ada warga yang diisolasi. Dan tentu, piaknya tidak mengharapkan hal tersebut. Sehingga keberadaan ruang isolasi ini sepenuhnya merupakan langkah antisipasi.

Di sektor keamanan dan ketertiban, kata dia, Pemdes mengaktifkan kembali pos ronda. Tiap dusun di Desa Jenggala memiliki masing-masing pos ronda. Warga lingkungan bergiliran meronda tiap malam.

Sementara di sektor ekonomi, Desa Jenggala juga memiliki banyak potensi UMKM. Mereka sudah mulai berkembang bahkan sebelum lomba Kampung Sehat digelar.

Salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani  (KWT). Mereka bisa meningkatkan ekonomi masyarakat atau pangan masyarakat dalam pencegahan Covid.

Selain itu ada juga kelompok usaha perempuan Meleko Bangkit. Mereka mengelola usaha kopi dan madu. KWT sendiri ada di Dusun Tanak Song. Mereka memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayur.

“Termasuk di gang yang kosong kita juga manfaatkan untuk bertanam sayur sayuran,” jelas dia.

Pemerintah desa juga akan mefasilitasi kebutuhan pengembangan ekonomi untuk ketahanan pangan. Seperti saluran tersier di Dusun Tanak Song Lauq untuk budidaya ikan. Pengelolanya nanti dilakukan kelompok perempuan atau kelompok pemuda Desa Jenggala.

“Begitu juga halaman rumah masyarakat juga digunakan menanam sayur, kita juga fasilitasi mereka,” kata dia.

Fakhrudin menambahkan, melawan Covid-19 tentu juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Pihaknya juga mengajak warga untuk melakukan pemilahan sampah, khususnya sampah plastik dengan ecobrick.

“Gapura di Dusun Tanak Song Lauq juga dibuatkan dari sampah plastik yang kita kumpulkan di dalam botol,” tandas dia. (fer/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks