alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

TANJUNG-Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

”Belum bisa kita perkirakan sampai kapan (Korona, Red),” ujar Kepala Dinas Kesehatan KLU H Lalu Bahrudin, Senin (13/7).

Adanya penambahan tersebut dikatakan tak lepas dari pola interaksi warga saat ini. Kata dia, interaksi semakin meningkat dan masyarakat kurang mengikuti protokol kesehatan. Hal ini membuatnya yakin pasti akan ada penambahan kasus.

”Terlebih lagi sekarang masyarakat sangat longgar saya lihat. Baik pertemuan pertemuan maupun acara-acara. Ini sangatlah memprihatinkan,” sambung dia.

Dia menambahkan, masih mudah ditemukan warga yang tidak menggunakan masker. Padahal masker, termasuk jaga jarak, dan menghindari kerumunan adalah cara sederhana mencegah penyebaran Korona.

”Sekarang belum new normal, jadi kita ini sedang beradaptasi menuju new normal,” tegas dia.

Bahrudin meminta dilakukan evaluasi. Yakni terkait seberapa disiplin warga mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Ia juga berharap adanya uji massal di tempat umum seperti pasar hingga sekolah.

”Sekolah jika dia masuk harus kita lakukan rapid test,” kata mantan direktur RSUD KLU itu.

Dia khawatir akan kemungkinan fenomena gunung es. Artinya, kasus positif di KLU sejatinya lebih banyak ketimbang yang diketahui saat ini. Kondisi sebenarnya belum diketahui karena pihaknya belum melakukan pemeriksaan massal.

”Itu yang kita takutkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, Mataram, Lombo Barat, dan Lombok Timur banyak temuan reaktif karena sudah melakukan pemeriksaan massal. Hal itu belum dilakukan di KLU.

”Seandainya kita lakukan secara massal, apa iya tidak ada yang reaktif. Makanya kita minta satgas agar melakukan evaluasi,” tandas dia.

Hingga saat ini tercatat 29 OTG (orang tanpa gejala), enam ODP (orang dalam pengawasan), tujuh PDP (pasien dalam pengawasan). Yang dirawat dua orang, dan meninggal dunia dua orang.  (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks