alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Gali Pendapatan yang Hilang di Gili Trawangan

MATARAM-Inspektorat NTB mengawal penyelesaian kasus aset pemprov di Gili Trawangan. ”Inspektorat mendapat penugasan dari gubernur,” kata Inspektur NTB H Ibnu Salim, kemarin.

                Penelantaran aset 65 hektare (ha) milik pemprov di Gili Trawangan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB. Auditor negara itu meminta pemprov mengoptimalkan pengelolaan aset tersebut. ”Dalam konteks investasi dan pendapatan daerah inilah kita kawal,” katanya.

                Aset tersebut ditelantarkan PT Gili Trawangan Indah (GTI) selaku pihak yang diberi hak mengelola aset.  Meski nilai aset Rp 2,3 triliun, namun setoran PT GTI hanya Rp 22,5 juta setahun. ”Nilainya kan masih kecil ini yang ingin kita tingkatkan,” katanya.

                Gubernur meminta pengelolaan aset tersebut bisa maksimalkan, sehingga  pemprov mendapatkan tambahan pendapatan. ”Kalau produktif pemerintah bisa mengoptimalkan untuk pembangunan sehingga pelayanan kepada warga tambah bagus,” katanya.

                Kasus tersebut menurutnya menjadi evaluasi agar tidak terjadi lagi ke depan. Hanya saja, gubernur tidak ingin kontrak dengan investor langsung diputus. Karena NTB bisa dicap tidak ramah investasi. ”Artinya investasi tetap kita jaga, pendapatan harus kita optimalkan,” tegasnya.

                Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB H Iswandi mengatakan, pemprov saat ini dalam proses menyelesaikan permasalahan tersebut. ”Nanti tim yang dibentuk yang akan menyelesaikan,” katanya.

                Iswandi mengakui, pengelolaan aset Gili Trawangan belum optimal sehingga belum bisa menambah pundi-pundi pendapatan daerah. ”Ke depan ini yang akan kita benahi,” ujarnya.

                Di sisi lain, Kejati NTB hinga DPRD NTB meminta gubernur memutus kontrak kerja sama dengan PT GTI. Mereka dinilai wanprestasi karena tidak melaksanakan kontrak kerja sama. Hingga saat ini gubernur belum mau mengambil keputusan. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks