alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Dermaga Baru Dikhawatirkan Rusak Terumbu Karang

TANJUNG-Tidak semua pengusaha di Gili Trawangan menyetujui dibangunnya dermaga di bagian barat pulau kecil tersebut. Alasannya dermaga seluas 500 meter persegi dengan jarak dari perairan 200 meter itu dinilai mengancam habitat bawah laut. Terutama terumbu karang yang tumbuh di kawasan tersebut.

“Lokasi pembangunan dermaga itu tidak tepat,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) Acok Bassok Zani, kemarin (15/2).

Ia menuturkan, daerah tersebut sering dijadikan tempat diving dan snorkeling para wisatawan. Jika di lokasi tersebut dibangun dermaga dikhawatirkan dapat merusakan lingkungan bawah laut.

Selain itu, ombak di lokasi tersebut juga cukup besar, sehingga tidak cocok dibangun dermaga. Jika tetap dibangun, dikhawatirkan dermaga tersebut akan cepat rusak.

Selain itu,  jika kapal cepat dibiarkan bolak-balik melintas di bagian barat pulau tersebut, berpotensi merusak rumah hiu. Sedangkan  rumah hiu ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Gili Trawangan.

“Tidak semua pengusaha setempat diajak berdiskusi terkait pembangunan dermaga tersebut,” tambahnya.

Di Trawangan, zona-zona pembangunan sudah ditetapkan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang. Areal pelabuhan ditetapkan berada di lokasi saat ini. Karena itu menurutnya dermaga yang sudah ada sebaiknya ditata  kembali. Sehingga bisa berfungsi maksimal.

“Lebih baik menata yang ada saja dari pada membangun yang baru,” usulnya.

Ia berencana mengirimkan laporan ke Menteri Perikanan dan Kelautan mengenai rencana membangun dermaga baru di Gili Trawangan. Sebab dikhawatirkan dermaga tersebut dapat merusak terumbu karang yang sudah tumbuh.

Terkait biaya pembangunan yang bakal menghabiskan Rp 14 miliar dinilainya tidak masuk akal. Ia mengestimasikan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun dermaga mencapai Rp 100 miliar.

“Tapi rencana membangun dermaga ini patut diapresiasi, asalkan tidak sampai merusak konservasi laut,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah punya konsep mengembangkan dermaga lama. Intinya membangun dermaga yang ada dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional atau ciri khas Lombok Utara. Sehingga dermaga ini bisa menunjukkan ciri khas Lombok Utara.

Sementara itu, Asisten II Setda Lombok Utara Hermanto menyatakan, rencana pembangunan dermaga baru ini bakal disosialisasikanpada masyarakat dan pelaku wisata di Gili Trawangan. Dari sosialisasi ini akan diperoleh banyak masukan terkait untung rugi keberadaan dermaga tersebut.

“Sosialisasi nanti dilakukan pengusaha yang menginisiasi pembangunan dermaga tersebut,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks