alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Ratusan RTG yang Dibangun Duluan Akan Dibayar?

TANJUNG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU mencatat ada ratusan rumah tahan gempa (RTG) yang dibangun selama dana Rp 117 miliar masih terblokir. Peluang terbayarkan diklaim BPBD masih ada jika data mereka masuk dalam tahap III yang berjumlah 1.478 KK.

”Mungkin saja yang bangun RTG duluan itu masuk tahap ketiga,” ujar Kepala BPBD KLU M Zaldy Rahardian, Minggu (16/1).

Ia menuturkan, penerima RTG yang membangun sebelum anggarannya turun cukup banyak. Mereka bahkan sudah datang menghadap ke BPBD menginformasikan hal tersebut. Zaldy mengatakan pihaknya tetap menerima data tersebut sekaligus melakukan kroscek. Sebab bisa saja, nama penerima tersebut tidak keluar dalam data penerima yang saat ini tengah menerima buku tabungan (butab).

”Ternyata sebagian besar dari mereka tercatat di dalam SK 27,” sambungnya.

”Ada juga yang masuk tahap I saat dananya diblokir,” kata mantan kepala Dinas PUPR KLU itu.

Baca Juga :  Proyek Harus Libatkan TP4D

Zaldy mengaku pihaknya sudah melakukan rapat untuk mengecek RTG yang dibangun terlebih dulu itu. Pengecekan tersebut untuk melihat kelaikan struktur bangunannya. Jika bangunannya sudah laik memenuhi standar RTG, akan dibayarkan. Namun jika tidak, penerima akan diminta untuk memperbaikinya dulu.

”Setelah diperbaiki baru bisa dibayarkan,” jelasnya.

Pria yang juga pernah menjabat kepala DLH KLU ini menambahkan, tidak ada lagi anggaran tambahan untuk pembangunan RTG. Anggaran yang ada saat ini sebesar Rp 241 miliar. Anggaran tersebut berasal dari anggaran terblokir sebesar Rp 117 miliar dan sisa DSP sebesar Rp 124 miliar.

”Untuk tahap III kita masih menunggu tapi yang jelas sudah diajukan ke BNPB,” jelasnya.

Zaldy mengatakan, BNPB menginginkan ketepatan sasaran penerima bantuan. Sebab itu ada permintaan untuk verifikasi dan validasi data 2019 lalu. Namun hal ini tidak dilakukan sehingga anggarannya terblokir hingga 2020.

Baca Juga :  Dermaga Baru Dikhawatirkan Rusak Terumbu Karang

”Pada 2021 kita upayakan dan akhirnya anggaran terblokir itu bisa dibuka,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan pembangunan RTG tidak boleh lagi terhambat.

”Saya berharap adanya informasi yang sampai ke saya jika ada hal-hal yang mengganggu pembangunan,” tegasnya.

Untuk korban gempa yang tidak mendapat bantuan RTG, Djohan mengatakan Pemerintah KLU akan mengupayakan melalui bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal ini dikarenakan waktu untuk mengubah data sudah tidak cukup.

”Makanya ketika ada yang mengklaim belum mendapatkan ya sabar, karena lewat RTLH kita bantu nanti,” jelasnya.

”Ini supaya tidak ribut terus. Karena kita sama-sama menginginkan RTG ini selesai tepat waktu,” tutup Politisi PKB itu. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/