alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

17 Ribu Data Korban Gempa Bermasalah

TANJUNG-Verifikasi terhadap penerima bantuan dana korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) oleh BNPB mengungkap masalah baru. Di dalam SK bupati, terungkap  sejumlah nama penerima yang dobel, atau tidak terdapat NIK pada saat pendataan.

Untuk itu BPBD KLU mengumpulkan seluruh kepala dusun (kadus) guna mensinkronkan kembali data penerima bantuan di wilayahnya. Singkronisasi data ini digelar di halaman RSUD Tanjung, kemarin (16/5) . Para kadus ini diberikan blanko yang nantinya bakal diisi sejumlah kesalahan data warganya yang mendapatkan bantuan tersebut.

Kasi Rekonstruksi BPBD KLU I Wayan Sweden mengatakan, para kadus bertugas memperbaiki data hingga deadline yang ditentukan. “Kita kumpulkan para kadus untuk clearkan data nick dan nomor yang teridentifikasi di blanko. Sebab tanggal 18 Mei adalah batas waktu SK harus dikirim ke pusat,” ungkapnya.

Menurutnya, usai dilakukan singkronisasi, BPBD akan menghapus nama-nama yang dobel tersebut. Namun hal ini tidak akan membuat progres pencairan bantuan menjadi mandek. Pasalnya, dari SK awal hingga memasuki SK Bupati yang ke-26 ini banyak masyarakat yang telah melakukan pencairan hingga membangun hunian tetap (huntap) yang berkonstruksi rumah tahan gempa (RTG).

“Ini sudah di SK-kan bupati makanya diverifikasi BNPB pusat, mereka binggung karena kemarin kita tidak lampirkan NIK dan KK,” kata dia.

Ia mengungkapkan, data korban gempa yang mengalami kesalahan jumlahnya kurang lebih 17 ribu orang. Di antaranya dobel nama maupun NIK dan KK sebanyak 4,8 ribu orang, kemudian kesalahan yang tanpa NIK sebanyak 13 ribu orang.

Sweden menilai, kesalahan itu muncul lantaran banyak kadus yang kurang teliti saat menginput data. Pihak pemkab juga mesti mengejar deadline kucuran DSP tahap awal oleh BNPB, sehingga tidak melakukan verifikasi secara maksimal.

Sementara itu, progres pembangunan RTG di KLU sejauh ini masih jauh dari harapan. Berdasarkan data BPBD KLU tanggal 8 Mei 2019 lalu, dari target rusak berat 44,014 unit, bangunan yang sudah selesai hanya 768 unit. Sementara yang sedang dikerjakan sebanyak 5,340 unit.

Permasalahan jadi bertambah ketika jumlah tenaga pendamping atau fasilitator saat ini sangat terbatas. “Ada fasilitator di tiap desa namun mereka sudah putus kontrak tanggal 12 April lalu,” jelasnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks