alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

20 Ribu KK Korban Gempa di Lombok Utara Belum Dapat Bantuan Rumah

TANJUNG-Tak kurang dari 20 ribu KK di Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum mendapatkan bantuan Rumah Tahan Gempa (RTG). Hal ini menjadi temuan tim Pansus RTG DPRD KLU.

”Mereka (BPBD,red) mengatakan data itu sudah disampaikan ke pusat,” ungkap ketua Pansus RTG DPRD KLU Tusen Lasima, kemarin (16/6)

Meski begitu, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat, diakomodir atau tidak nantinya. Pansus RTG meminta OPD bersangkutan menyiapkan kembali datanya. Rencananya, Pansus RTG yang akan melakukan konfirmasi langsung ke BNPB. Jika BNPB nantinya tidak siap, maka pihaknya akan menemui DPR RI yang membidangi persoalan RTG tersebut. ”Kita bawa langsung,” jelas dia.

Sebelumnya ada dana yang ditarik Rp 117 miliar. Itu termasuk dana yang salah transfer yang dikembalikan. Artinya, dengan penarikan tersebut tentu ada masyarakat juga yang tidak mendapatkan bantuan. ”Sedangkan sampai sekarang ini kondisi keuangan itu tidak jelas. Makanya kita perlu kejelasan dari BNPB,” cetus dia.

Tusen juga menemukan banyak persoalan lainnya. Tak jarang mengakibatkan pelibatan aprat penegak hukum (APH)

”Rata rata ketika APH dilibatkan, persoalan itu biasanya selesai,” ujar ketua fraksi PDIP DPRD KLU itu.

Salah satu contoh persoalan yakni di Desa Malaka yang hearing soal RTG, Senin (15/6). Di situ diduga ada data anomali.

”Kalau namanya beda tapi NIK-nya sama, langsung dihilangkan oleh pusat,” tandas dia.

Pihaknya meminta pemerintah pusat memasukkan kembali data warga yang dicoret. Begitu juga dengan warga yang rumahnya rusak tapi tidak tercatat dalam SK manapun.

”Kemarin saya sampaikan ke pemerintah agar tidak menutup itu,” kata dia. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks