alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Akibat Jam Karet, 80 Peserta Tes CPNS Gugur

TANJUNG-Badan Kepegawaian Daerah Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lombok Utara mencatat 80 peserta tes CPNS dinyatakan gugur. Mereka gugur karena datang terlambat pada sesi tes SKD.

”Cukup banyak,” ujar Plt Kepala BKDPSDM Lombok Utara Tri Dharma Sudiana, (16/9).

Ia menuturkan, pelaksanaan tes SKD CPNS dan PPPK sejauh ini berjalan tanpa kendala. Hanya saja permasalahan terjadi adalah jumlah peserta yang hanya penuh terisi di sesi satu saja. Sedangkan sesi dua hingga empat terdapat beberapa kursi kosong karena peserta yang tidak hadir.

”Ada lima orang bahkan sampai sembilan orang. Ada saja yang kosong, baik tidak hadir bahkan yang terlambat,” sambung dia.

Hal tersebut tak lepas dari kesalahan peserta sendiri. Terkadang banyak peserta yang menyepelekan soal disiplin waktu. Akibatnya terlambat dan tidak bisa masuk ruangan ujian.

”Mereka harus pahami juga bahwa yang melakukan ini orang BKN bukan kita, jadi kita fasilitasi saja,” tegas dia.

”Kemarin itu ada dari Kapu Desa Jenggala, todak dapat ikut karena telat. Padahal sangat dekat sekali, kan sayang itu,” imbuh dia.

Sementara mengenai PPPK dari tenaga kontrak, kata Tri Dharma formasinya terdapat di masing-masing OPD. Mereka yang sudah mendaftarkan di tempat kerjanya dan tidak lolos tahap pertama masih memiliki kesempatan kedua.

”Karena memang ada empat tahapan,” beber dia.

Dia mengatakan, jika passing grade tahap pertama terpenuhi, maka peserta tersebut dinyatakan lulus. Namun jika tidak, peserta bisa mengikuti tahap kedua hingga keempat.

”Entah dari OPD atau umum, jadi diberikan kesempatan kepada teman teman PPPK ini,” kata dia.

Kesempatan itu diberikan sebab mereka telah menjadi prioritas di instansi tersebut. Namun ada mekanisme yang harus dilalui agar mereka juga bersemangat memperoleh jabatan itu.

”Memang sekarang ini masih proses tes. Untuk PPPK guru langsung ke dikpora,” jelas dia.

Jumlah peserta tes SKD CPNS dan PPPK sebanyak 2.700 orang. Setiap harinya ada 10 hingga 15 orang yang tidak bisa ikut tes karena terlambat. Dirinya mengimbau seluruh peserta tidak mengangap remeh waktu yang sudah ditetapkan.

”Usahakan sebelum tes bisa datang lebih awal lagi,” tandas dia. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks