alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Tertahan di Jawa Timur, 25 Calon TKI asal Lombok Utara Minta Dipulangkan

TANJUNG-Sebanyak 25 Calon Tenaga Kerja Indonesia Wanita (TKI/PMI) asal Lombok Utara di penampungan meminta untuk segera dipulangkan pemerintah. “Saat ini tidak ada kejelasan kapan kami akan dipulangkan,” ungkap Ayu, CPMI wanita asal Desa Loloan, Kecamatan Bayan, via telepon, Jumat (17/4) lalu.

Ayu mengungkapkan, dirinya sudah diproses PT SPJ Desember 2019 lalu. Namun sampai saat ini, dirinya masih berada di penampungan di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kami minta pulang, karena di sini tidak ada aktivitas,” ujar dia.

Kata dia, biaya dari sejak awal proses keberangkatan ditanggung PT SPJ. Karenanya sebagai syarat diperbolehkan pulang ia dimintai jaminan berupa uang dan BPKB kendaraan. Jika ditotal nominal keseluruhannya mencapai Rp 12 juta.

“Kami baru diizinkan pulang kalau sudah ada jaminan tersebut,” aku dia.

Namun jaminan tersebut, kata dia, akan dikembalikan PT SPJ setelah mereka kembali ke perusahaan. Setelah wabah covid-19 berakhir, kata Ayu, ia bersama 25 rekannya tetap akan melanjutkan proses bekerja ke luar negeri melalui perusahaan tersebut.

Kepala Disnaker PMPTSP Lombok Utara Agus Tisno memahami situasi yang dihadapi kedua pihak, baik CPMI maupun PPTKIS yang memberangkatkan. Karenanya dinas akan mengambil alih jaminan CPMI kepada perusahaan.

Jaminan dimaksud tidak berarti pihaknya akan membayarkan Rp 12 juta per orang pada perusahaan. Disnaker siap menjamin 25 orang itu kembali ke PT SPJ saat proses keberangkatan dilanjutkan kembali.

“Ayu beritahu teman-teman dan keluarganya agar datang ke Disnaker membuat pengaduan. Ini sebagai dasar kami komunikasi ke perusahaan,” jelas Agus.

Ia menyatakan, sebelum 25 orang ini, pihaknya sudah memfasilitasi kepulangan satu orang calon PMI asal Desa Akar-akar, melalui PT yang sama. Ia memberi apresiasi, CPMI dipulangkan dengan biaya ditanggung perusahaan. Namun dengan garansi CPMI ini akan kembali mengurus pemberangkatan saat situasi normal.

“Begitu terima surat aduan dari keluarga, kita surati perusahaan agar mereka dipulangkan sementara,” tandas dia. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks