alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pilbup Lombok Utara, Najmul Pilih Sekda Golkar Sewot

TANJUNG-Hingga saat ini, DPD II Golkar KLU masih menjajaki bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2020 mendatang. Ada dua paket yang mencuat, H Najmul Akhyar – H Suardi, dan H Djohan Sjamsu – Danny Karter Febrian Ridawan.

Ketua DPD II Golkar Lombok Utara H Djekat mengatakan, awalnya DPD II KLU memang sepakat mendukung Najmul Akhyar. Bahkan memberi kesempatan memilih sendiri calon wakilnya.

”Pertama dari kader Golkar. Jika buntu, maka kedua, mencari calon lain yang mungkin di Golkar-kan,” ujarnya, kemarin (18/6).

Benar saja, calon wakil dari internal Golkar buntu. Petahana pun mencari calon wakil dari luar partai. Pada persoalan inilah, sebut Djekat, terjadi interpretasi yang keliru oleh Najmul. Itulah yang membuat partai beringin tampak agak sewot.

”Seharusnya bicara dulu dong sama kami di Golkar. Masa iya mereka yang menentukan sendiri tanpa berkoordinasi dengan kami,” sindir mantan pimpinan DPRD KLU itu.

Balon wakil bupati yang akan diusung disodorkan kepada Golkar pada kisaran Februari 2020 silam. Hanya saja, nama figur yang ditandemkan pada paket bakal calon tidak disetujui. Hal itu dikarenakan komunikasi kesepakatan yang tidak melibatkan internal Golkar terlebih dahulu.

”Jangan salah menafsirkan, kita juga tidak ujug-ujug menyerahkan (empat kursi,Red) Golkar begitu saja. Bukan begitu,” imbuh Djekat.

Kini petahana memilih H Suardi. Djekat mengaatakan hingga saat ini belum terjalin komunikasi. Diingatkan, Suardi hingga kini masih sekda, dan belum memiliki kartu tanda anggota (KTA) Golkar.

Ia menegaskan, mekanisme usulan calon kader sederhana, namun mutlak harus dilalui. Usulan dimulai dari kecamatan ke DPD II Golkar kabupaten. Usulan kemudian dikirim ke DPD I untuk diteruskan ke DPP.

”Jadi tidak segampang membalik telapak tangan mendapat KTA Golkar. Saya sendiri tidak pernah menandatangani usulan KTA Pak Sekda,” tandas Djekat.

Sementara itu, pernyataan sekaligus bantahan Sekda KLU H Suardi terkait kepemilikan KTA Golkar di dua media lokal berbeda menjadi atensi Bawaslu KLU. Pernyataan dan bantahan tersebut ditegaskan Bawaslu KLU menjadi temuan mereka.

”Mengatakan dirinya di koran memiliki KTA Golkar, terus membantahnya lagi di Koran Lombok Post.  Ini menjadi temuan kami,” ungkap Ketua Bawaslu KLU Adi Purmanto, di kantornya kemarin (18/6).

Adi menuturkan, pihaknya sudah membentuk tim penelusuran. Tim tersebut akan turun langsung melakukan pengecekan di dua partai, Golkar dan Demokrat.

Di Demokrat, tim akan menelusuri terkait statemen Sekjen Demokrat KLU H Burhan M Nur. Burhan mengatakan Suardi sudah jadi pendamping dan didaftarkan ke Demokrat. ”Sementara Suardi ini kan masih menjabat sebagai ASN,” sambung dia.

Ia melanjutkan, di Golkar pihaknya akan menelusuri pernyataan sudah memiliki KTA. Tim akan mencari kebenaran hal itu. ”Yang kita lakukan ini adalah untuk menindaklanjuti informasi yang kami dapat,” tegas Adi.

Adi menjelaskan, setelah penelusuran tersebut memenuhi unsur formil dan materil, pihak-pihak bersangkutan akan diundang ke Bawaslu. Mereka nantinya akan dimintai klarifikasi.

Jika nantinya terbukti benar, pihaknya akan melanjutkannya ke KASN. Bawaslu akan mengirimkan surat rekomendasi ke KASN untuk tindak lanjutnya. Hal tersebut dikarenakan masuk dalam kategori pelanggaran UU ASN.

”Makanya kita gunakan UU ASN terhadap kode etik mereka. Apakah ini pelanggaran sedang atau ringan, diberikan teguran atau dipecat itu nanti keputusan KASN,” kata dia.

Adi mengatakan, dari kacamata Bawaslu, pelanggaran dilakukan Sekda merupakan pelanggaran kode etik.  ASN dilarang berpolitik praktis, apalagi menyatakan diri memiliki KTA.

Ia menambahkan, jika Sekda sudah mengundurkan diri, namun itu masih berproses. Pihaknya belum melihat surat SK pengunduran diri itu ada. ”Kita tunggu prosesnya. Mudahan kita bisa cepat dapatkan hasil,” tandas dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks