alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Di KLU, 300 Tukik Dilepasliarkan

TANJUNG-Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang Kebupaten Lombok Utara (KLU), Persatuan Komunitas Tionghoa NTB, Barasiaga Pemenang, bekerja sama dengan Pokdarwis melepasliarkan 300 lebih tukik, di Pantai Bangsal, Pemenang, (18/8). Selain upaya pelestarian penyu, sekaligus menyambut peringatan HUT RI ke-76.

Persatuan Komunitas Tionghoa NTB juga menyerahkan bantuan sembako pada sejumlah anak panti asuhan di Pemenang. Bantuan tersebut diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang sedang terdampak pandemi.

Kepala UPP Kelas II Pelabuhan Pemenang Heru Supriyadi mengatakan, keberadaan penyu semakin terancam punah. Sebab itu sudah menjadi tugas seluruh pihak memastikan upaya konservasi penyu terus berkelanjutan.

”Pantai Bangsal ini termasuk dalam kawasan konservasi perairan KLU yang berpusat di Gili Trawangan,” ujar dia.

Baca Juga :  Tata Destinasi Wisata KLU

Pelepasliaran yang dilakukan adalah bentuk komitmen UPP Kelas II Pemenang. Ditegaskan, semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi. Aturan mengenai itu dituangkan dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 106 tahun 2018 tentang Jenis dan Satwa yang Dilindungi.

KKP juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 526 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya

”Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI AL, pihak kepolisian, dan NGO, serta seluruh elemen masyarakat harus bersinergi,” tandas dia.

Ketua Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) KLU Jaharudin mengatakan, tukik yang dilepasliarkan merupakan mutasi penangkaran milik Muhidin, warga Dusun Lekok. Lokasi penangkarannya berada di Pantai Sedayu, Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

Baca Juga :  Mau ke Tiga Gili? Perhatikan Protokol Kesehatan

Pihaknya juga melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait perlindungan dan pelestarian penyu. Ia berharap semua pihak tetap menjaga kelestarian penyu kedepannya. Seperti di Pantai Sedayu, sudah ada warga yang peduli dengan menyediakan hatchery (tempat penetasan) di pos monitoring sebagai tempat relokasi telur penyu.

”Telur penyu yang berhasil menetas menjadi tukik, yang kemudian hari ini kita saksikan bersama dilepasliarkan,” jelas dia.

Ia berharap kedepan, sepanjang pantai di KLU bisa menjadi habitat peneluran penyu. Jahar mengatakan,  perlindungan dan pelestarian penyu ini tidak akan bisa berjalan dengan efektif jika belum ada kesadaran dari seluruh kalangan masyarakat.

”Semua harus menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut,” pungkas dia. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/