alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Masih Ada Hotel Kosong di KLU,Dispar KLU Libatkan Astindo Untuk Jual Kamar

TANJUNG-Jelang event MotoGP, tercatat sudah ada ratusan kamar dari 6.000 lebih yang tersedia telah dibooking. Dinas Pariwisata KLU melibatkan pihak Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) untuk menjual sisa kamar yang masih kosong tersebut.

”Sekarang sudah ada yang booking duluan, tapi saya tidak hapal angka pastinya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata KLU Ainal Yakin, Rabu (19/1).

Ainal menuturkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pelaku wisata di Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air). Hal itu untuk memastikan jumlah penginapan yang sudah terisi dan belum. Sehingga pihaknya bisa menagih janji Astindo yang akan menjualkan kamar kosong di penginapan KLU.

”Makanya semua owner sedang kita hubungi,” sambungnya.

Ia melanjutkan, catatan sementara yang dimilikinya, sebanyak 250 kamar sudah terisi. Jumlah ini baru berasal dari satu travel agent saja. Sementara jumlah travel agent yang tergabung dalam asosiasi cukup banyak. Sehingga Ainal optimis nantinya dari 6.000 lebih kamar yang ada akan banyak yang terisi.

Baca Juga :  Launching Program 100 Hari Kerja, Bupati Djohan: Kerja Harus Terukur

”250 itu data pekan lalu, kalau sekarang belum kita update lagi datanya,” tandasnya.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Utara Raden Santio Edi Wibowo menambahkan, beberapa hotel telah menerima pesanan kamar. Diantaranya Hotel Amarsvati, Royal Avilla di Desa Malaka, dan sejumlah hotel di Gili Tramena.

”Dari jumlah hotel yang ada di KLU, baru sekitar 40 persen yang sudah siap,” ujarnya.

Menurut Santio, setiap penginapan di KLU telah diimbau menerapkan booking fee. Hal ini untuk dilakukan agar pihak hotel tidak merugi ketika ada wisatawan yang menunda penginapannya.

Ia juga meminta para pemilik penginapan untuk tidak menaikkan harga akomodasi terlalu tinggi. Sebab hal ini menjadi salah satu pertimbangan wisatawan dalam menentukan penginapan mereka. Apalagi ditambah banyak penginapan yang menjamur menjelang event internasional itu.

Baca Juga :  PLN Tambah Tiga Jalur Suplai Listrik ke KEK Mandalika

”Kita berharap wisatawan diberikan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Pj Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi mengatakan, dirinya mendapat informasi jika penginapan di Kota Mataram penuh selama Februari hingga Maret. Sehingga ada kesempatan bagi penonton MotoGP lainnya untuk digeser ke penginapan di KLU.

”MotoGP ini, karena auranya lain saya rasa Kota Mataram dan Lombok Barat saja tidak cukup menampung itu. Saya yakin akan berdampak besar juga di KLU,” ucapnya.

Bahkan ketika dirinya ke Bandung beberapa waktu lalu, sudah ada paket MotoGP ke Lombok yang diarahkan ke Gili Tramena. Sebab itu dirinya yakin, KLU akan mendapatkan limpahan banyak tamu dibandingkan saat WSBK November tahun lalu. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/