alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Warga Gili Trawangan Protes Reservoar TCN di Sempadan Pantai

TANJUNG-Pembangunan reservoar PT Tiara Cipta Nirwana (TCN), di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah mendapat protes warga sekitar. Hal tersebut lantaran aktivitas pembangunan perusahaan dianggap merusak keindahan pantai.

”Cukup banyak warga yang protes soal ini,” ujar Ahmad, salah satu warga Desa Gili Indah, Rabu (19/1).

Tak hanya itu, warga juga menuding Pemerintah KLU tebang pilih. Sebab di lokasi yang merupakan sempadan pantai itu, telah dilakukan penertiban usaha masyarakat sebelumnya.

”Kenapa bangunan masyarakat digusur sementara perusahaan besar malah diizinkan bangun beton,” sambungnya.

Dirinya berharap, Pemerintah KLU dapat mencari solusi terbaik terkait persoalan tersebut. Sehingga tidak menimbulkan bagi pengusaha lain, maupun masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Validasi Rumah Rusak, Pemkab Bentuk Tim Khusus

Terpisah, Project Manager PT TCN Agus Artha Guna membenarkan pembangunan reservoar itu berada di sempadan pantai. Pembangunan tersebut diklaim sudah sesuai dengan izin pemanfaatan ruang laut yang diberikan.

”Kita bangun itu sudah sesuai dengan izin yang kita pegang,” ujarnya.

Mengenai protes warga, Agus mengatakan itu hanya sebagian kecil saja. Terkait proses pembangunan, dirinya mengakui hal tersebut tidak bisa sepenuhnya rapi. Namun pihaknya berjanji akan membersihkan dan mengembalikan pantai seperti semula setelah proyek selesai.

”Pasti kita akan bersihkan. Nanti juga kita akan bantu masyarakat membersihkan bekas-bekas abrasi, kan kita juga punya eskavator di sini,” pungkasnya.

Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah menambahkan, pihak perusahaan tidak asal bekerja. Proyek TCN tersebut sudah sesuai izin pemanfaatan ruang laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga :  BPBD KLU Diminta Lebih Profesional

”Bahkan sekedar untuk titik yang sudah ditetapkan pun itu tidak boleh bergeser, harus sesuai yang disetujui. Kementerian langsung yang mengawasi mereka,” jelasnya.

Firman menjelaskan, perusahaan menggali pinggir pantai untuk membuat bak penampungan air laut rembesan. Pembangunan tersebut saat ini memang membuat air laut menjadi keruh. Namun air di bibir pantai itu akan kembali normal dalam hitungan sehari.

”Setelah pengerjaan itu selesai, mereka akan mengkonstruksi kembali pantai itu seperti normal kembali,” tutupnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/