alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Perbaikan Gedung Sekolah di KLU Sudah 60 Persen

TANJUNG-Pascagempa tahun lalu, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapatkan bantuan perbaikan gedung sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dinas Dikpora KLU mengklaim perbaikan gedung sekolah ini sudah mencapai 60 persen.

“Kita harapkan pembangunan sekolah permanen ini segera final,” kata Kadis Dikpora KLU Dr Fauzan Fuad, kemarin (19/4).

Fauzan menuturkan, perbaikan gedung sekolah ada yang sudah rampung. Di antaranya seperti di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan. Sedangkan yang masih berproses cukup banyak.

“Seperti di Kecamatan Bayan, rata-rata sekolah lebih banyak dibantu untuk renovasi. Itu pun sudah selesai,” sambungnya.

Ia melanjutkan, KLU mendapatkan bantuan anggaran Rp 30 miliar dari Kemendikbud pada tahun lalu. Bantuan tersebut diberikan pada sejumlah sekolah masing-masing sebesar Rp 200-300 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi sekolah yang rusak melalui program tata kelola (Takola).

Baca Juga :  Caleg Curang Harus Didiskualifikasi

“Rata rata bangunan sekolah ini tidak ada yang rusak berat, hanya rusak sedang. Sehingga yang terpakai hanya Rp 13 miliar saja. Sisanya kita kembalikan ke Kemendikbud untuk dimasukan di kas negara,” jelasnya.

Fauzan mengungkapkan, hasil verifikasi awal yang dilakukan Dinas PUPR, kerusakan sejumlah gedung sekolah masuk dalam kategori rusak ringan. Namun setelah terjadi gempa susulan, PUPR kembali melakukan pendataan dan verifikasi ulang. Status kerusakan bangunan sejumlah sekolah tersebut berubah menjadi kategori rusak sedang.

“Tahun ini kita sudah ajukan lagi anggaran perbaikan untuk sejumlah sekolah lainnya,” akunya.

Dirinya berharap, tahun ini pembangunan semua sekolah bisa rampung. Semua sekolah yang rusak telah diverifikasi. Sedangkan sekolah yang belum terdata mendapatkan bantuan, akan diajukan kembali tahun ini.

Baca Juga :  Honorer KLU tak Dapat THR, Sekda Klaim Tidak Ada Regulasinya

Ia menambahkan pembangunan sekolah bantuan selain dari Kemendikbud, progresnya sudah mencapai 95 persen. Di dalamnya termasuk pembangunan sekolah darurat menggunakan asbes. Sekolah darurat tersebut diperkirakan masih kuat untuk digunakan selama 1-2 tahun.

Sementara untuk sekolah swasta,  juga banyak yang telah mendapatkan bantuan dari APBD, BUMN dan pihak swasta. Bantuan tersebut untuk membangun sekolah sementara. Contohnya seperti salah satu sekolah di Desa Rempek.

“Bangunannya semi permanen,” pungkasnya. (fer/r4)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/